<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8513806145173295652</id><updated>2011-07-08T23:52:42.340+07:00</updated><category term='Tauhid'/><category term='video'/><category term='MP3'/><category term='Download File Kajian'/><category term='Haji dan Umrah'/><category term='Taubat'/><category term='HAJI'/><category term='Rizki'/><category term='katalog'/><category term='WANITA'/><category term='AQIDAH'/><title type='text'>.</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ibadahislam.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Islam itu Mudah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12156924797584292545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_I_iRZ9uq4/S69pszN__1I/AAAAAAAAAOA/km7Cp7A0g4k/S220/h.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>28</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8513806145173295652.post-7503741040005891773</id><published>2009-12-25T21:21:00.000+07:00</published><updated>2009-12-25T21:21:05.607+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AQIDAH'/><title type='text'>Mengenal Salaf dan Salafi</title><content type='html'>&lt;h2 class="postTitle" style="color: #666666;"&gt;Mengenal Salaf dan Salafi&lt;/h2&gt;Mengenal Salaf dan&amp;nbsp;Salafi&amp;nbsp;“Antum salaf atau ikhwani?”, &lt;i&gt;“Kalo di sana (nama kota atau daerah) masjid salaf dimana ya?”&lt;/i&gt;,&amp;nbsp;begitulah pertanyaan-pertanyaan yang keluar dari orang awam, yang mungkin sudah sering dengar kata “salaf” atau yang sudah mulai ikut kajian-kajian sunnah.Sungguh mengherankan, dan memang ironi sekali, dimana kajian-kajian sunnah sudah mulai banyak, namun banyak orang melihat bahwa kajian tersebut adalah kajian hizb atau aliran atau kelompok tertentu, dan secara tidak sadar bahwa mereka membuat pemahaman bahwasanya “&lt;b&gt;salaf&lt;/b&gt;” adalah sebuah kelompok baru dalam Islam.&lt;br /&gt;Maka tanyakan balik &lt;i&gt;“Apa yang kau pahami tentang salaf?”&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;“Apa itu salaf?”&lt;/i&gt;, kemudian sampaikan dengan ilmu yang kita miliki dan dengan singkat bahwa “salaf secara bahasa adalah orang yang terdahulu, sementara kita adalah khalaf yaitu orang akhir zaman. Lalu, siapakah salaf itu? Salaf adalah Sahabat, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in, seperti halnya sabda Rasulullahi shalallahu’alaihi wasalam &lt;i&gt;“Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian generasi sesudahnya kemudian generasi sesudahnya lagi&lt;/i&gt;.” (HR. Ahmad, Ibnu Abi ‘Ashim, Bukhari dan Tirmidzi). Sedangkan manhaj adalah jalan yang ditempuh, dan manhaj salaf adalah jalan yang ditempuh orang yang terdahulu dalam beragama.&lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penjelasan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Para pembaca yang budiman -semoga Allah menunjuki kita kepada kebenaran-. Salaf dan salafi mungkin merupakan kata yang masih asing bagi sebagian orang atau kalau &lt;i&gt;toh&lt;/i&gt; sudah dikenal namun masih banyak yang beranggapan bahwa istilah ini adalah sebutan bagi suatu kelompok baru dalam Islam. Lalu apa itu sebenarnya salaf? Dan apa itu salafi? Semoga tulisan berikut ini dapat memberikan jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pengertian Salaf&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Salaf secara bahasa berarti orang yang terdahulu, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah yang artinya, “&lt;i&gt;Maka tatkala mereka membuat Kami murka, Kami menghukum mereka lalu kami tenggelamkan mereka semuanya (di laut). Dan Kami jadikan mereka sebagai SALAF dan contoh bagi orang-orang yang kemudian.&lt;/i&gt;” (QS. Az Zukhruf: 55-56), yakni kami menjadikan mereka sebagai SALAF -yaitu orang yang terdahulu- agar orang-orang sesudah mereka dapat mengambil pelajaran dari mereka (salaf). Oleh karena itu, Fairuz Abadi dalam &lt;i&gt;Al Qomus Al Muhith&lt;/i&gt; mengatakan, “Salaf juga berarti orang-orang yang mendahului kamu dari nenek moyang dan orang-orang yang memiliki hubungan kekerabatan denganmu.” (Lihat &lt;i&gt;Al Manhajus Salaf ‘inda Syaikh al-Albani&lt;/i&gt;, ‘Amr Abdul Mun’im Salim dan &lt;i&gt;Al Wajiz fii Aqidah&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Kata ‘Salaf’ Tidaklah Asing di Kalangan Ulama&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mungkin banyak orang saat ini yang merasa asing dengan kata salaf, namun kata ini tidaklah asing di kalangan ulama. Imam Bukhari -ahli hadits terkemuka- menuturkan, “Rasyid bin Sa’ad mengatakan, ‘Dulu para SALAF menyukai kuda jantan, karena kuda seperti itu lebih tangkas dan lebih kuat’.” Kemudian Ibnu Hajar menjelaskan dalam &lt;i&gt;Fathul Bari&lt;/i&gt; bahwa salaf tersebut adalah para sahabat dan orang setelah mereka.&lt;br /&gt;Imam Nawawi -ulama besar madzhab Syafi’i- mengatakan dalam kitab beliau Al Adzkar, “Sangat bagus sekali doa para SALAF sebagaimana dikatakan Al Auza’i &lt;i&gt;rahimahullah Ta’ala&lt;/i&gt;, ‘Orang-orang keluar untuk melaksanakan shalat &lt;i&gt;istisqo’&lt;/i&gt; (minta hujan), kemudian berdirilah Bilal bin Sa’ad, dia memuji Allah …’.” Salaf yang dimaksudkan oleh Al Auza’i di sini adalah Bilal bin Sa’ad, dan Bilal adalah seorang &lt;i&gt;tabi’in&lt;/i&gt;. (Lihat&lt;i&gt; Al Manhajus Salaf ‘inda Syaikh al-Albani&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Siapakah Salaf?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Salaf menurut para ulama adalah &lt;b&gt;sahabat&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;&lt;i&gt;tabi’in&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (orang-orang yang mengikuti sahabat) dan &lt;b&gt;&lt;i&gt;tabi’ut tabi’in&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;(orang-orang yang mengikuti tabi’in). Tiga generasi awal inilah yang disebut dengan &lt;i&gt;salafush sholih&lt;/i&gt; (orang-orang terdahulu yang sholih). Merekalah tiga generasi utama dan terbaik dari umat ini, sebagaimana sabda Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;, “&lt;i&gt;Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian generasi sesudahnya kemudian generasi sesudahnya lagi&lt;/i&gt;.” (HR. Ahmad, Ibnu Abi ‘Ashim, Bukhari dan Tirmidzi). Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; telah mempersaksikan ‘kebaikan’ tiga generasi awal umat ini yang menunjukkan akan keutamaan dan kemuliaan mereka, semangat mereka dalam melakukan kebaikan, luasnya ilmu mereka tentang syari’at Allah, semangat mereka berpegang teguh pada sunnah beliau &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;. (Lihat &lt;i&gt;Al Wajiz fii Aqidah Salafish Sholih dan Mu’taqod Ahlis Sunnah wal Jama’ah&lt;/i&gt;, Dr. Muhammad Kholifah At Tamimi)&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wajib Mengikuti Jalan &lt;i&gt;Salafush Sholih &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita mengetahui bahwa salaf adalah generasi terbaik umat ini, maka apakah kita wajib mengikuti jalan hidup salaf?&lt;br /&gt;Allah telah meridhai secara mutlak para salaf dari kaum muhajirin dan anshor serta kepada orang yang mengikuti mereka dengan baik. Allah &lt;i&gt;ta’ala&lt;/i&gt; berfirman yang artinya, “&lt;i&gt;Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.&lt;/i&gt;” (QS. At-Taubah: 100). Untuk mendapatkan keridhaan yang mutlak ini, tidak ada jalan lain kecuali dengan mengikuti &lt;i&gt;salafush sholih&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;Allah juga memberi ancaman bagi siapa yang mengikuti jalan selain orang mukmin. Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt; berfirman yang artinya, “&lt;i&gt;Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.&lt;/i&gt;” (QS. An-Nisa: 115). Yang dimaksudkan dengan orang-orang mukmin ketika ayat ini turun adalah para sahabat (para salaf). Barangsiapa yang menyelisihi jalan mereka akan terancam kesesatan dan jahannam. Oleh karena itu, mengikuti jalan salaf adalah wajib.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menyandarkan Diri Pada &lt;i&gt;Salafush Sholih&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita mengetahui bahwa mengikuti jalan hidup &lt;i&gt;salafush sholih&lt;/i&gt; adalah wajib, maka bolehkan kita menyandarkan diri pada salaf sehingga disebut &lt;b&gt;salafi (pengikut salaf)&lt;/b&gt;? Tidakkah ini termasuk golongan/kelompok baru dalam Islam?&lt;br /&gt;Jawabannya kami ringkas sebagai berikut: [1] Istilah salaf bukanlah suatu yang asing di kalangan para ulama, [2] Keengganan untuk menyandarkan diri pada salaf berarti berlepas diri dari Islam yang benar yang dianut oleh &lt;i&gt;salafush sholih&lt;/i&gt;, [3] Kenapa penyandaran kepada berbagai madzhab/paham dan pribadi tertentu seperti Syafi’i (pengikut Imam Syafi’i) dan Asy’ari (pengikut Abul Hasan Al Asy’ari) tidak dipersoalkan?! Padahal itu adalah penyandaran kepada orang yang tidak luput dari kesalahan dan dosa!! [4] Salafi adalah penyandaran kepada kema’shuman secara umum (keterbebasan dari kesalahan) sehingga memuliakan seseorang, [5] Penyandaran kepada salaf bertujuan untuk membedakan dengan kelompok lainnya yang semuanya mengaku bersandar pada Al Qur’an dan As Sunnah, namun tidak mau beragama (bermanhaj) seperti &lt;i&gt;salafush sholih&lt;/i&gt; yaitu para sahabat dan pengikutnya. (Lihat&lt;i&gt; Al Manhajus Salafi ‘inda Syaikh al-Albani&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;Kesimpulannya sebagaimana dikatakan Syaikh Salim Al Hilali, “Penamaan salafi adalah bentuk penyandaran kepada salaf. &lt;b&gt;Penyandaran seperti ini adalah penyandaran yang terpuji dan cara beragama (bermanhaj) yang tepat. Dan bukan penyandaran yang diada-adakan sebagai madzhab baru&lt;/b&gt;.” (&lt;i&gt;Limadza Ikhtartu Al Manhaj As Salaf&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Solusi Perpecahan Umat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; telah memberikan solusi mengenai perpecahan umat Islam saat ini untuk berpegang teguh pada sunnah Nabi dan sunnah &lt;i&gt;khulafa’ur rasyidin&lt;/i&gt; -yang merupakan &lt;i&gt;salaf &lt;/i&gt;umat ini-. Beliau &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda yang artinya, “&lt;i&gt;Dan sesungguhnya orang yang hidup di antara kalian akan melihat perselisihan yang banyak, maka berpegang teguhlah kalian terhadap sunnahku dan sunnah khulafa’rosyidin yang mendapat petunjuk. Maka berpegang teguh dengannya dan gigitlah dengan gigi geraham.” &lt;/i&gt;(&lt;i&gt;Hasan Shohih&lt;/i&gt;, HR. Abu Daud dan Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jalan Salaf Adalah Jalan yang Selamat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mengikuti jalan hidup Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; dan sahabatnya (&lt;i&gt;salafush sholih&lt;/i&gt;) inilah yang selamat dari neraka. Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi&lt;/i&gt; &lt;i&gt;wa sallam&lt;/i&gt; bersabda yang artinya, “&lt;i&gt;Yahudi telah terpecah menjadi 71 golongan; satu golongan masuk surga, 70 golongan masuk neraka. Nashrani terpecah menjadi 72 golongan; satu golongan masuk surga, 71 golongan masuk neraka. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, umatku akan terpecah menjadi 73 golongan; satu golongan masuk surga dan 72 golongan masuk neraka. &lt;/i&gt;Ada sahabat yang bertanya&lt;i&gt;,’Wahai Rasulullah! Siapa mereka yang masuk surga itu?’ &lt;/i&gt;Beliau menjawab, ‘&lt;i&gt;Mereka adalah Al-Jama’ah&lt;/i&gt;‘.” (HR. Ibnu Majah, Abu Daud, dishahihkan Syaikh Al Albani). Dalam riwayat lain para sahabat bertanya,’&lt;i&gt;Siapakah mereka wahai Rasulullah?&lt;/i&gt;‘ Beliau menjawab,&lt;i&gt;‘Orang yang mengikuti jalan hidupku dan para sahabatku.&lt;/i&gt;‘ (HR. Tirmidzi)&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Sebagai nasihat terakhir, ‘Ingatlah, kata salafi -yaitu pengikut &lt;i&gt;salafush sholih&lt;/i&gt;- bukanlah sekedar pengakuan (kleim) semata, tetapi harus dibuktikan dengan beraqidah, berakhlak, beragama (bermanhaj), dan beribadah sebagaimana yang dilakukan &lt;i&gt;salafush sholih&lt;/i&gt;.’&lt;br /&gt;Ya Allah, tunjukilah kami pada kebenaran dengan izin-Mu dari jalan-jalan yang menyimpang dan teguhkan kami di atasnya. &lt;i&gt;Alhamdulillahillazi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8513806145173295652-7503741040005891773?l=ibadahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibadahislam.blogspot.com/feeds/7503741040005891773/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/12/mengenal-salaf-dan-salafi_25.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/7503741040005891773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/7503741040005891773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/12/mengenal-salaf-dan-salafi_25.html' title='Mengenal Salaf dan Salafi'/><author><name>Islam itu Mudah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12156924797584292545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_I_iRZ9uq4/S69pszN__1I/AAAAAAAAAOA/km7Cp7A0g4k/S220/h.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8513806145173295652.post-1249519896135681528</id><published>2009-11-14T08:38:00.001+07:00</published><updated>2009-11-14T08:45:26.231+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tauhid'/><title type='text'>TAUHID</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_M_I_iRZ9uq4/Sv4KGuFRmVI/AAAAAAAAANk/Y2wR637B1Qg/s1600-h/tauhid-cover2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/_M_I_iRZ9uq4/Sv4KGuFRmVI/AAAAAAAAANk/Y2wR637B1Qg/s320/tauhid-cover2.jpg" width="226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;TAUHID&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;penyaji: &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Ust. Zaenudin&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;“Sesungguhnya, Allah menciptakan seluruh alam semesta termasuk di dalamnya jin dan manusia adalah hanya untuk beribadah kepada-Nya. Allah Ta’ala telah berfirman dalam Al-Qur’an Al-Karim, “Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia, melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;.(QS.Adz-Dzariyat: 56).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah hakikat diciptakannya jin dan manusia, yaitu hanya untuk beribadah kepada Allah saja tanpa mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Sebab, tauhid hanya kepada Allah saja, karena syarat diterimanya suatu ibadah/ amalan adalah ikhlas kepada Allah merupakan hak Allah yang harus ditunaikan oleh setiap manusia. Setiap manusia harus mengikhlaskan ibadahnya kepada Allah dan mengikuti tuntunan Rasulullah. Jika seseorang beribadah kepada selain Allah, maka ia telah berbuat syirik kepada Allah dan hal itu mengeluarkannya dari Dienul Islam. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;“Katakanlah, ‘Sesungguhnya aku hanya menyembah tuhanku dan tidak mempersekutukan sesuatupun dengan-Nya.” &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;(QS.Al-Jin: 20).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Point-point kajian:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;- Bimbingan Tauhid dalam panduan dan tata cara Ziarah Kubur.&lt;br /&gt;- Bimbingan Tauhid untuk orang yang akan melakukan Ibadah Haji.&lt;br /&gt;- Bimbingan Tauhid untuk melaksanakan Walimah didalam pernikahan&lt;br /&gt;- Bimbingan Tauhid dalam masalah Aqiqah, Khitan&lt;br /&gt;- Bimbingan Tauhid tentang amalan yang diterima oleh ALLAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Maka, perhatikanlah wahai kaum Muslimin!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7220144/ustzainudin_Tauhid1.mp3.html"&gt;Download MP3 disini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8513806145173295652-1249519896135681528?l=ibadahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibadahislam.blogspot.com/feeds/1249519896135681528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/11/tauhid.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/1249519896135681528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/1249519896135681528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/11/tauhid.html' title='TAUHID'/><author><name>Islam itu Mudah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12156924797584292545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_I_iRZ9uq4/S69pszN__1I/AAAAAAAAAOA/km7Cp7A0g4k/S220/h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_M_I_iRZ9uq4/Sv4KGuFRmVI/AAAAAAAAANk/Y2wR637B1Qg/s72-c/tauhid-cover2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8513806145173295652.post-7528024904500638672</id><published>2009-11-14T08:06:00.001+07:00</published><updated>2009-11-14T08:24:59.742+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tauhid'/><title type='text'>TAUHID menjauhi kesyirikan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_M_I_iRZ9uq4/Sv4CIZpCedI/AAAAAAAAANc/8VczVIawE6U/s1600-h/kubur+copy.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_M_I_iRZ9uq4/Sv4CIZpCedI/AAAAAAAAANc/8VczVIawE6U/s320/kubur+copy.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;TAUHID menjauhi kesyirikan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyaji : &lt;b&gt;Ust. Zaenudin&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuri keimanan mereka dengan kedzaliman”.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tafsir dari Al-Imam Al-Bukhari:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat bertanya, wahai Rasulullah, siapa diantara kita yang tidak pernah berbuat kedzaliman?&lt;br /&gt;Rasulullah menjawab, yang dimaksud dengan kedzaliman adalah kesyirikan, karena kesyirikan ada kedzaliman yang paling besar. Baca &lt;b&gt;(QS.Luqman : 14).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hadits dho’if yang beredar di masyarakat, salah satunya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;“Kefakiran bisa mendorong kepada orang kepada kefukuran”.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits&lt;b&gt; Dho’if,&lt;/b&gt; Dikeluarkan oleh Al-Imam  abu Nu’im Al-Ashfahami di dalam Fi’iyatilaullia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7354650/001_A_002_AbuMuhammad.mp3.html"&gt;Download MP3 disini&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8513806145173295652-7528024904500638672?l=ibadahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibadahislam.blogspot.com/feeds/7528024904500638672/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/11/tauhid-menjauhi-kesyirikan-penyaji-ust.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/7528024904500638672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/7528024904500638672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/11/tauhid-menjauhi-kesyirikan-penyaji-ust.html' title='TAUHID menjauhi kesyirikan'/><author><name>Islam itu Mudah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12156924797584292545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_I_iRZ9uq4/S69pszN__1I/AAAAAAAAAOA/km7Cp7A0g4k/S220/h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_M_I_iRZ9uq4/Sv4CIZpCedI/AAAAAAAAANc/8VczVIawE6U/s72-c/kubur+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8513806145173295652.post-7061898180450100385</id><published>2009-11-10T06:34:00.000+07:00</published><updated>2009-11-10T06:34:12.937+07:00</updated><title type='text'>... .. . Resensi Buku Islam: Jilbab Kok Gitu? Koreksi Jilbab Indonesia</title><content type='html'>&lt;a href="http://buku-islam.blogspot.com/2009/03/jilbab-kok-gitu-koreksi-jilbab.html"&gt;... .. . Resensi Buku Islam: Jilbab Kok Gitu? Koreksi Jilbab Indonesia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8513806145173295652-7061898180450100385?l=ibadahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://buku-islam.blogspot.com/2009/03/jilbab-kok-gitu-koreksi-jilbab.html' title='... .. . Resensi Buku Islam: Jilbab Kok Gitu? Koreksi Jilbab Indonesia'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibadahislam.blogspot.com/feeds/7061898180450100385/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/11/resensi-buku-islam-jilbab-kok-gitu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/7061898180450100385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/7061898180450100385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/11/resensi-buku-islam-jilbab-kok-gitu.html' title='... .. . Resensi Buku Islam: Jilbab Kok Gitu? Koreksi Jilbab Indonesia'/><author><name>Islam itu Mudah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12156924797584292545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_I_iRZ9uq4/S69pszN__1I/AAAAAAAAAOA/km7Cp7A0g4k/S220/h.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8513806145173295652.post-3759962175689485718</id><published>2009-10-31T23:20:00.000+07:00</published><updated>2009-10-31T23:20:13.149+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Haji dan Umrah'/><title type='text'>PESAN DAN WASIAT PENTING UNTUK JAMAAH HAJI DAN UMRAH</title><content type='html'>Pesan Dan Wasiat Penting Untuk Jama'ah Haji Dan Umrah&lt;br /&gt;Selasa, 24 Februari 2004 21:01:18 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;PESAN DAN WASIAT PENTING UNTUK JAMAAH HAJI DAN UMRAH&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Kumpulan Ulama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7161850/PesanDanWasiatPentingUntukJama.pdf.html"&gt;download &amp;nbsp;PDF&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DITERBITKAN DAN DIEDARKAN OLEH DEPARTEMEN AGAMA, WAQAF, DAAWAH DAN BIMBINGAN ISLAM, SAUDI ARABIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jama'ah haji yang budiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami panjatkan puji kepada Allah, yang telah melimpahkan taufiq kepada anda sekalian untuk dapat menunaikan ibadah haji dan ziarah ke Masjid Haram, semoga Allah menerima kebaikan amal kita semua dan membalasnya dengan pahala yang berlipat ganda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sampaikan berikut ini pesan dan wasiat, dengan harapan agar ibadah haji kita diterima oleh Allah sebagai haji yang mabrur dan usaha yang terpuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Ingatlah, bahwa anda sekalian sedang dalam perjalanan yang penuh berkah, perjalanan menuju Ilahi dengan berpijakkan Tauhid dan ikhlas kepada-Nya, serta memenuhi seruan-Nya dan ta'at akan perintah-Nya. Karena tiada amal yang paling besar pahalanya selain dari amal-amal yang dilaksanakan atas dasar tersebut. Dan haji yang mabrur itu balasannya adalah sorga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] Waspadalah anda sekalian dari tipu daya syetan, karena ia adalah musuh yang selalu mengintai anda. Maka dari itu hendaknya anda saling mencintai dalam naungan rahmat Ilahi dan menghindari pertikaian dan kedurhakaan kepada-Nya. Ingatlah bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda : "Artinya : Tidaklah sempurna iman seseorang diantara kamu, sebelum ia mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] Bertanyalah kepada orang yang berilmu tentang masalah-masalah agama dan ibadah haji yang kurang jelas bagi anda, sehingga anda mengerti. Karena Allah telah berfirman : "Artinya : Maka bertanyalah kamu kepada orang yang berpengetahuan jika kamu tidak mengetahui". Dan Rasul pun telah bersabda : "Artinya : Barangsiapa yang dikehendaki Allah untuk di karuniai kebaikan, maka ia niscaya memberinya kefahaman dalam agama".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] Ketahuilah, bahwa Allah telah menetapkan kepada kita beberapa kewajiban dan menganjurkan kita untuk melakukan amalan-amalan yang sunnah. Akan tetapi tidaklah diterima amalan sunnah ini apabila amalan-amalan yang wajib tadi disia-siakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sering kurang disadari oleh sebagian jama'ah haji, sehingga terjadilah perbuatan yang menggangu dan menyakiti sesama mu'min. Sebagai contoh ; ketika mereka berusaha untuk mencium Hajar Aswad, ketika melakukan ramal (berlari kecil pada tiga putaran pertama) dalam tawaf qudum, ketika shalat dibelakang Maqam Ibrahim, dan ketika minum air Zamzam.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amalan-amalan tersebut hukumnya hanyalah sunnah, sedangkan mengganggu dan menyakiti sesama mu'min adalah haram. Patutkah kita mengerjakan suatu perbuatan yang haram hanya semata-mata untuk mencapai amalan yang sunnah ..? Maka dari itu hindarilah perbuatan yang dapat mengganggu dan meyakiti satu sama lain, mudah-mudahan dengan demikian Allah memberikan pahala yang berlipat ganda bagi anda sekalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kami tambahkan beberapa penjelasan sebagai berikut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[a] Tak layak bagi seorang muslim melakukan shalat disamping wanita atau dibelakangnya, baik di Masjid Haram ataupun di tempat lain dengan sebab apapun, selama ia dapat menghindari hal itu. Dan bagi wanita hendaklah melakukan shalat dibelakang kaum pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[b] Pintu-pintu dan jalan masuk ke Masjid Haram adalah tempat lewat yang tak boleh di tutup dengan melakukan shalat di tempat tersebut walaupun untuk mengejar shalat jama'ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[c] Tidak boleh duduk atau shalat didekat Ka'bah atau berdiam diri di Hijir Ismail atau di Maqam Ibrahim, sebab hal itu dapat mengganggu orang-orang yang sedang melakukan tawaf. Lebih-lebih disaat penuh sesak, karena yang sedemikian itu dapat membahayakan dan mengganggu orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[b] Mencium Hajar Aswad hukumnya adalah sunnat, sedangkan menghormati sesama muslim adalah wajib. Maka janganlah menghilangkan yang wajib hanya semata-mata untuk mengerjakan yang sunnat. Dan dikala penuh sesak cukuplah anda berisyarat (mengacungkan tangan) kearah Hajar Aswad sambil bertakbir, dan terus berlalu bersama orang-orang yang melakukan tawaf. Seusai anda melakukan tawaf janganlah keluar dengan menerobos barisan, tetapi ikutilah arus barisan tersebut sehingga anda dapat keluar dari tempat tawaf dengan tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[c] Mencium rukun Yamani tidak termasuk sunnat, cukuplah anda menjamahnya dengan tangan kanan apabila tidak penuh sesak, seraya mengucapkan "Bismillah wallahu Akbar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, kami berpesan kepada segenap kaum muslimin agar selalu berpegang teguh dengan Al-Qur'an dan Al-Sunnah. "Dan ta'atlah kamu sekalian kepada Allah dan Rasu-Nya supaya kamu dikaruniai rahmat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari buku Petunjuk Jamaah Haji dan Umrah Serta Penziarah Masjid Rasul Shallallahu 'Alaihi wa sallam, pengarang Kumpulan Ulama, hal 4 - 7 dengan sub judul Pesan dan Wasiat Penting, diterbitkan dan di edarkan oleh Departement Agama, Waqaf, Dakwah dan Bimbingan Islam, Saudi Arabia]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8513806145173295652-3759962175689485718?l=ibadahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibadahislam.blogspot.com/feeds/3759962175689485718/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/pesan-dan-wasiat-penting-untuk-jamaah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/3759962175689485718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/3759962175689485718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/pesan-dan-wasiat-penting-untuk-jamaah.html' title='PESAN DAN WASIAT PENTING UNTUK JAMAAH HAJI DAN UMRAH'/><author><name>Islam itu Mudah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12156924797584292545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_I_iRZ9uq4/S69pszN__1I/AAAAAAAAAOA/km7Cp7A0g4k/S220/h.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8513806145173295652.post-7118531582239774361</id><published>2009-10-31T22:18:00.000+07:00</published><updated>2009-10-31T22:18:06.228+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Haji dan Umrah'/><title type='text'>panduan singkat umrah</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;panduan singkat umrah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://risma1ka.files.wordpress.com/2008/10/panduan-singkat-umrah.pdf"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Download Disini&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Panduan singkat ini menerangkan tentang Ibadah apa saja yang dilakukan saat umrah&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8513806145173295652-7118531582239774361?l=ibadahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibadahislam.blogspot.com/feeds/7118531582239774361/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/panduan-singkat-umrah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/7118531582239774361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/7118531582239774361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/panduan-singkat-umrah.html' title='panduan singkat umrah'/><author><name>Islam itu Mudah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12156924797584292545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_I_iRZ9uq4/S69pszN__1I/AAAAAAAAAOA/km7Cp7A0g4k/S220/h.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8513806145173295652.post-5291724686428740919</id><published>2009-10-31T22:01:00.000+07:00</published><updated>2009-10-31T22:01:43.109+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Haji dan Umrah'/><title type='text'>HAJI DAN UMRAH SEPERTI RASULULLAH</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;HAJI DAN UMRAH SEPERTI RASULULLAH&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Muhammad Natsiruddin al-Albani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://risma1ka.files.wordpress.com/2008/10/haji-umrah-seperti-rasulullah.pdf"&gt;download Ebook ini&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Pengantar&lt;br /&gt;Sesudah saya menulis buku Sifat Sholat Nabi salallaahu ‘alaihi wasallam dan&lt;br /&gt;mengedarkannya, ternyata peminatnya lebih dari yang saya duga sebelumnya. Meskipun hal&lt;br /&gt;ini tanpa melalui iklan ataupun ikatan dengan penerbit tertentu. Hal itu tidak lain karena&lt;br /&gt;buku tersebut dikemas dalam bahasa yang mudah dicerna dalam menerangkan sholat Nabi&lt;br /&gt;salallaahu ‘alaihi wasallam. Dengan alasan yang sama, mereka meminta saya agar menulis&lt;br /&gt;buku tentang cara Nabi salallaahu ‘alaihi wasallam melakukan ibadah haji. Saya menyambut&lt;br /&gt;baik permintaan tersebut, meskipun saya tidak dapat segera mewujudkan keinginan mereka&lt;br /&gt;karena terhalang oleh penulisan buku-buku lainnya yang juga berfaedah untuk kaum&lt;br /&gt;muslimin, insya Allah.&lt;br /&gt;Diantara buku yang segera akan selesaikna ialah tentang bid’ah yang terjadi di kalaingan&lt;br /&gt;kaum muslimin sejak dahulu. Mudah-mudahan hal ini dapat menjadi peringatan bagi mereka&lt;br /&gt;untuk menjauhinya dan agar berpegang teguh hanya kepada as-Sunnah. Berkaitan dengan&lt;br /&gt;itu, mau tak mau saya ikut tersibukkan seluruh kemampuan saya sehingga untuk memenuhi&lt;br /&gt;keinginan mereka –juga keinginan saya- tidak dapat terwujud dengan segera. Apalagi&lt;br /&gt;penyusunan buku tersebut memerlukan kesungguhan serta waktu yang tidak sedikit, sebab&lt;br /&gt;perlu meneliti Sunnah Nabi salallaahu ‘alaihi wasallam dan memilahnya ke dalam topik yang&lt;br /&gt;sesuai........bersambung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mau tau lanjutannya...silahkan..&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://risma1ka.files.wordpress.com/2008/10/haji-umrah-seperti-rasulullah.pdf"&gt;download Ebook ini&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8513806145173295652-5291724686428740919?l=ibadahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibadahislam.blogspot.com/feeds/5291724686428740919/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/haji-dan-umrah-seperti-rasulullah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/5291724686428740919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/5291724686428740919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/haji-dan-umrah-seperti-rasulullah.html' title='HAJI DAN UMRAH SEPERTI RASULULLAH'/><author><name>Islam itu Mudah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12156924797584292545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_I_iRZ9uq4/S69pszN__1I/AAAAAAAAAOA/km7Cp7A0g4k/S220/h.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8513806145173295652.post-8278332934756569272</id><published>2009-10-31T21:46:00.002+07:00</published><updated>2009-10-31T21:46:59.463+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Haji dan Umrah'/><title type='text'>Burung Merpati Di Tanah Suci Tidak Mempunyai Kelebihan, Barang Temuan Di Mekkah Tidak Boleh Dimiliki</title><content type='html'>Burung Merpati Di Tanah Suci Tidak Mempunyai Kelebihan, Barang Temuan Di Mekkah Tidak Boleh Dimiliki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;strong&gt;BURUNG MERPATI DI TANAH SUCI TIDAK MEMPUNYAI KELEBIHAN ATAS BURUNG MERPATI DI TEMPAT LAIN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Lajnah Da’imah Lil Buhuts Al-Ilmiah wal Ifta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7161073/BurungMerpatiDiTanahSuciTidakMempunyaiKelebihan.pdf.html"&gt;Download PDF&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan.&lt;br /&gt;Lajnah Da’imah Lil Buhuts Al-Ilmiah wal Ifta ditanya : Seseorang yang haji mengatakan bahwa burung merpati di Madinah jika telah dekat waktunya untuk mati, maka dia pergi ke Mekkah dan membelah langit di atas Ka’bah sebagai perpisahan kepadanya, kemudian mati setelah terbang beberapa mil. Apakah demikian ini benar ataukah tidak, mohon penjelasan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Jawaban.&lt;br /&gt;Burung merpati Madinah, bahkan burung merpati Mekkah, tidak mempunyai keistimewaan khusus atas burung merpati lainnya. Hanya saja dilarang menjadikan burung merpati di tanah suci sebagai buruan atau mengusirnya bagi orang yang sedang ihram haji atau umrah, bahkan bagi orang yang tidak sedang ihram, jika burung merpati berada di Mekkah atau di Madinah. Tapi jika keluar dari kedua tanah suci, maka boleh menangkapnya dan menyembelihnya bagi orang yang tidak ihram haji atau umrah berdasarkan firman Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan ketika kamu sedang ihram” [Al-Ma’idah : 95]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Sesungguhnya Allah memuliakan kota Mekkah, maka tidak halal bagi seseorang sebelumku dan juga setelahku. Sesungguhnya dia halal bagiku sesaat dari waktu siang. Tidak boleh dicabut tanamannya, tidak boleh dipotong pohonnya dan tidak boleh diusir binatang buruannya” [HR Bukhari]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam hadits lain Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Sesungguhnya Nabi Ibrahim memuliakan Mekkah dan aku memuliakan Madinah. Tidak boleh dipotong pohonnya dan tidak boleh diburu binatang buruannya” [HR Muslim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka barangsiapa yang menyatakan bahwa burung merpati mana pun yang di Madinah jika dekat ajalnya terbang ke Mekkah dan melintas di atas Ka’bah, maka dia orang bodoh yang mendalihkan sesuatu tanpa dasar yang shahih. Sebab ajal (kematian) tidak ada yang mengetahuinya melainkan Allah. Firman-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi manapun dia akan mati” [Luqman ; 34]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan perpisahan dengan Ka’bah adalah dengan melakukan thawaf di sekelilingnya, dan itupun bagi orang haji dan umrah. Maka menyatakan bahwa burung merpati mengetahui ajalnya dan berpamitan ke Ka’bah dengan terbang di atasnya adalah suatu dalil yang bohong dan tidak akan berani melakukannya kecuali orang bodoh yang membuat kebohongan kepada Allah dan kepada hamba-hambaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kepada Allah kita mohon pertolongan. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhamamd, keluarga dan shahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BARANG TEMUAN DI MEKKAH TIDAK BOLEH DIMILIKI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apakah saya boleh mengambil barang yang hilang di Mekkah dan membawanya lalu mengumumkan di tempat saya tinggal? Ataukah yang wajib atas saya memberitahukannya di pintu-pintu masjid, pasar dan lainnya di Mekkah al-Mukarramah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban&lt;br /&gt;Barang temuan di Mekkah secara khusus tidak halal diambil kecuali oleh orang yang akan mengumumkannya atau menyerahkan kepada pihak berwenang yang mengurusi harta seperti itu. Sebab Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tidak halal mengambil barang temuan di Mekkah kecuali orang yang akan mengumumkannya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun hikmah dibalik itu adalah, bahwa barang yang hilang jika masih di tempatnya maka boleh jadi pemiliknya akan kembali kepada tempat tersebut dan akan mendapatkannya. Atas dasar ini, kami mengatakan kepada saudara penanya, bahwa kamu wajib mengumumkannya di Mekkah al-Mukarramah di tempat ditemukannnya barang dan sekitarnya, seperti di pintu-pintu masjid dan tempat-tempat berkumpulnya manusia. Dan jika tidak, maka serahkanlah barang tersebut kepada para petugas yang khusus menangani barang hilang atau yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMOTONG POHON DI TANAH SUCI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan&lt;br /&gt;Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin ditanya : Apa yang wajib dilakukan orang yang memotong pohon di tanah suci? Dan apa batas-batas tanah suci?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban&lt;br /&gt;Siapa yang memotong pohon besar di Mekkah maka dia wajib menyembelih unta, dan jika pohonnya kecil wajib menyembelih kambing. Sedangkan kesalahan karena mencabut rumput maka ditentukan nilainya oleh hakim. Tetapi diperbolehkan memotong dahan yang menjulur ke jalan dan mengganggu orang yang lewat. Sebagaimana juga boleh memotong tumbuhan yang di tanam manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun batas-batas tanah haram adalah telah maklum. Di mana pada batas akhirnya terdapat rambu-rambu jelas yang terdapat di jalan-jalan, seperti yang terdapat di antara Muzdalifah dan Arafah, di jalan ke Jeddah dekat Al-Syumaisi, di Hudaibiyah dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari Buku Fatwa-Fatwa Haji dan Umrah oleh Ulama-Ulama Besar Saudi Arabia, Penyusun Muhammad bin Abdul Aziz Al-Musnad, terbitan Pustakan Imam Asy-Syafi'i. Penerjemah H.Asmuni Solihan Zamakhsyari Lc]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8513806145173295652-8278332934756569272?l=ibadahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibadahislam.blogspot.com/feeds/8278332934756569272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/burung-merpati-di-tanah-suci-tidak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/8278332934756569272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/8278332934756569272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/burung-merpati-di-tanah-suci-tidak.html' title='Burung Merpati Di Tanah Suci Tidak Mempunyai Kelebihan, Barang Temuan Di Mekkah Tidak Boleh Dimiliki'/><author><name>Islam itu Mudah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12156924797584292545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_I_iRZ9uq4/S69pszN__1I/AAAAAAAAAOA/km7Cp7A0g4k/S220/h.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8513806145173295652.post-4104704312003675726</id><published>2009-10-31T21:40:00.001+07:00</published><updated>2009-10-31T21:40:47.471+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Haji dan Umrah'/><title type='text'>Haji Mabrur, Haji Akbar, Ganti Nama Usai Haji, Asal Hajar Aswad, Titip Salam Untuk Nabi</title><content type='html'>Haji Mabrur, Haji Akbar, Ganti Nama Usai Haji, Asal Hajar Aswad, Titip Salam Untuk Nabi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;SEPULUH FAEDAH TENTANG HAJI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Ustadz Abu Ubaidah Al-Atsari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7161011/HajiMabrur.pdf.html"&gt;&amp;nbsp;Download PDF&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAJI MABRUR&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘ahu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Umroh ke umroh berikutnya merupakan pelebur dosa antara keduanya, dan tiada balasan bagi haji mabrur melainkan surga” [HR Bukhari : 1683, Muslim : 1349]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haji Mabrur memiliki beberapa kriteria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Ikhlas. Seorang hanya mengharap pahala Allah, bukan untuk pamer, kebanggaan, atau agar dipanggil “pak haji” atau “bu haji” oleh masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Mereka tidak disuruh kecuali supaya beribadah kepada Allah dengan penuh keikhlasan” [Al-Bayyinnah : 5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : Ittiba’ kepda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia berhaji sesuai dengan tata cara haji yang dipraktekkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menjauhi pekara-perkara bid’ah dalam haji. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Contohlah cara manasik hajiku” [HR Muslim : 1297]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga : Harta untuk berangkat haji adalah harta yang halal. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Sesungguhnya Allah itu baik, Dia tidak menerima kecuali dari yang baik” [HR Muslim : 1015]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat : Menjauhi segala kemaksiatan, kebid’ahan dan penyimpangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Barangsiapa menetapkan niatnya untuk haji di bulan itu maka tidak boleh rafats (berkata-kata tidak senonoh), berbuat fasik, dan berbantah-bantahan pada masa haji..”[Al-Baqarah : 197]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima : Berakhlak baik antar sesama, tawadhu’ dalam bergaul, dan suka membantu kebutuhan saudara lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah bagusnya ucapan Ibnul Abdil Barr rahimahullah dalam At-Tamhid (22/39) : “Adapun haji mabrur, yaitu haji yang tiada riya dan sum’ah di dalamnya, tiada kefasikan, dan dari harta yang halal” [Latho’iful Ma’arif Ibnu Rajab hal. 410-419, Masa’il Yaktsuru Su’al Anha Abdullah bin Sholih Al-Fauzan : 12-13]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAJI AKBAR&lt;br /&gt;Pendapat yang populer dalam madzhab Syafi’i, hari “Haji Akbar” adalah hari Arafah (9 Dzul-Hijjah). Namun pendapat yang benar bahwa hari haji akbar adalah pada hari Nahr (penyembelihan kurban, yakni 10 Dzul-Hijjah], berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dan (inilah) suatu permakluman dari Allah dan rosul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar…” [At-Taubah : 3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam shahih Bukhari 8/240 dan shahih Muslim : 1347 disebutkan bahwa Abu Bakar dan Ali Radhiyallahu ‘anhuma mengumumkan hal itu pada hari nahr, bukan pada hari Arafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sunan Abu Dawud 1945 dengan sanad yang sangat shohih, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Hari haji akbar adalah hari nahr (menyembelih kurban)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula yang dikatakan oleh Abu Hurairah dan sejumlah shahabat radhiyallahu ‘anhum [Lihat Zadul Ma’ad Ibnul Qayyim 1/55-56]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GANTI NAMA USAI HAJI&lt;br /&gt;Soal : Apakah hukumnya mengganti nama setelah pulang haji, seperti yang banyak dilakukan mayoritas jama’ah haji Indonesia, di mana mereka mengganti nama di Makkah atau Madinah, apakah ini termasuk sunnah ataukah tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab : Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengganti nama-nama yang buruk dengan nama-nama yang bagus. Maka apabila jama’ah haji Indonesia tersebut mengganti nama mereka lantaran tersebut, bukan disebabkan usai melakukan ibadah haji atau karena berziarah ke Masjid Nabawi, maka hukumnya boleh. Namun apabila jama’ah haji Indonesia mengganti nama mereka lantaran alasan pernah di Makkah/Madinah atau usai melakukan ibadah haji, maka hal itu termasuk perkara bid’ah, bukan sunnah. [Fatawa Lajnah Daimah 2/514-515]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AIR ZAM-ZAM&lt;br /&gt;Al-Humaidi rahimahullah berkata : Saya pernah berada di sisi Sufyan bin Uyainah rahimahullah, lalu beliau menyampaikan kepada kami hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Air zam-zam tergantung keinginan seorang yang meminumnya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba ada seorang lelaki bangkit dari majelis, kemudian kembali lagi seraya mengatakan : “Wahai Abu Muhammad, bukankah hadits yang engkau ceritakan kepada kami tadi tentang zam-zam adalah hadits yang shahih?” Jawab beliau : “Benar”, Lelaki itu lalu berkata : “Baru saja aku meminum seember air zam-zam dengan harapan engkau akan menyampaikan kepadaku seratus hadits”. Akhirnya Sufyan rahimahullah berkata kepadanya : “Duduklah!”, Lelaki itupun duduk, dan Sufyan rahimahullah menyampaikan seratus hadits kepadanya. [Al-Mujalasah Abu Bakar Ad-Dinawari 2/343, Juz Ma’a Zam-Zam Ibnu Hajar hal. 271]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah merahmati Imam Sufyan bin Uyainah, alangkah semangatnya dalam menebarkan ilmu! Dan semoga Allah merahmati orang yang bertanya tersebut, alangkah semangatnya dalam menuntut ilmu dan sindiran lembut untuk mendapatkannya! [Fadhlu Ma’a Zam-Zam Sayyid Bakdasy hal. 137]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASAL HAJAR ASWAD&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Hajar aswad (ketika) turun dari surga lebih putih dari pada salju, lalu dosa-dosa anak Adam membuatnya hitam” [Shahih HR Tirmidzi : 877, Ibnu Khuzaimah : 1/271, Ath-Thabrani dalam Mu’jam Kabir 3/155, Ahmad 1/307, 329, 373. Lihat Silsilah Ash-Shahihah Al-Albani : 2618]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita beriman dengan hadits ini secara tekstual dan pasrah sepenuhnya, sekalipun orang-orang ahli filsafat mengingkarinya. [Lihat Ta’wil Mukhtalif Hadits Ibnu Qutaibah hal.542]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulaiman bin Khalil rahimahullah (imam dan khatib Masjidil Haram dahulu) menceritakan bahwa dirinya melihat tiga bintik berwarna putih jernih pada Hajar Aswad, lalu katanya : “Saya perhatikan bintik-bintik tadi, ternyata setiap hari berkurang warnanya” [Al-Aqdu Tsamin Al-Fasi Al-Makki 1/68, Asror wa Fadha’il Hajar Aswad Majdi Futhi Sayyid hal. 22]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh dalam hal itu terdapat pelajaran berharga bagi orang yang berakal, sebab jika demikian jadinya bekas dosa pada batu yang keras, maka bagaimana kiranya pada hati manusia?! [Fathul Bari Ibnu Hajar 3/463]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JEDDAH TERMASUK MIQOT?&lt;br /&gt;Ada sebagian kalangan yang mencuatkan pendapat bahwa kota Jeddah boleh dijadikan sebagai salah satu miqot untuk jama’ah haji yang datang lewat pesawat udara atau kapal laut. Namun pendapat ini disanggah secara keras oleh Ha’iah Kibar Ulama dalam keputusan rapat mereka no. 5730, tanggal 21/10/1399 sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Fatwa tentang bolehnya menjadikan Jeddah sebagai miqot bagi jama’ah haji yang datang dengan pesawat udara dan kapal laut merupakan fatwa yang batil, karena tidak bersandar pada Kitabullah dan sunnah Rasul-Nya serta ijma’ salafush shalih. Tidak ada satupun ulama kaum muslimin sebelumnya yang mendahului pendapat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : Tidak boleh bagi jama’ah haji yang melewati miqot, baik lewat udara maupun laut (miqot Indonesia adalah Yalamlam, pent) untuk melampauinya tanpa ihram sebagaimana ditegaskan dalam banyak dalil dan dilandaskan oleh para ulama” [Fiqh Nawazil Al-Jizani 2/317, Tisir Alam Al-Bassam 1/572-573]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAMA MIQOT MADINAH&lt;br /&gt;Miqot penduduk Madinah atau jama’ah haji yang lewat Madinah adalah Dzul-Hulaifah [1] sebagaimana disebutkan dalam banyak hadits. Adapun penamannya dengan “Bir Ali” sebagaimana yang populer di masyarakat maka hendaknya diganti. Sebab sebagaimana lafazh yang tertera dalam hadits itu lebih utama, apalagi kalau kita telusuri ternyata sumber penamaan Bir Ali (sumur Ali) adalah cerita yang laris manis di kalangan Rafidhah (Syi’ah) bahwa Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu pernah bertarung dengan jin di sumur tersebut, shingga karena itulah disebut Bir Ali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama ahli hadits telah bersepakat menegaskan batilnya cerita tersebut, seperti Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah dalam Minhajus Sunnah 8/161, Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah 2/344, Ibnu Hajar dalam Al-Ishobah 1/498, Mula Ali Al-Qari dalam Al-Maslak Al-Mutaqossith hal. 79, dan lainnya. [Qashashun La Tatsbutu Masyhur Hasan Salman 7/95-119]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DZIKIR KETIKA THAWAF&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata : “Disunnahkan ketika thawaf untuk berdzikir dan berdo’a dengan do’a-do’a yang disyariatkan. Kalau mau membaca Al-Qur’an dengan lirih maka hal itu boleh. Dan tidak ada do’a tertentu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam baik dari perintahnya, ucapannya, maupun pengajarannya, bahkan boleh berdo’a dengan umumnya do’a-do’a yang disyari’atkan. Adapun yang disebutkan kebanyakan manusia tentng do’a khusus di bawah mizab (talang Ka’bah) dan selainnya [2] semua itu tidak ada asalnya” [Majmu Fatawa 26/122]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROBLEM ORANG YANG BOTAK&lt;br /&gt;Telah dimaklumi, dalam haji ada syarat cukur/memendekkan rambut. Namun bagaimana dengan seorang yang botak dan tidak memiliki rambut untuk dicukur? Sebagian fuqaha mengatakan. Hendaknya dia tetap melewatkan alat cukur di kepalanya. Namun pendapat yang benar ialah hal ini dibenci, syari’at bersih darinya, (perbuatan itu) sia-sia dan tiada faedahnya, sebab melewatkan alat cukur hanyalah sekedar sebagai wasilah (perantara) saja bukan tujuan utama. Kalau tujuan utamanya gugur, maka wasilah tidak bermakna lagi. Persis dengan masalah ini adalah seorang yang lahir sedangkan dzakarnya sudah terkhitan, perlukah dikhitan lagi? Ataukah melewatkan pisau padanya? Pendapat yang benar adalah tidak perlu. [Lihat Tuhfatul Maudud bi Ahkamil Maulud Ibnul Qayyim hal. 330]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TITIP SALAM UNTUK NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM&lt;br /&gt;Budaya titip atau kirim salam untuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada para jama’ah haji merupakan budaya yang perlu ditinggalkan dan diingatkan, sebab hal itu tidak boleh dan termasuk kategori perkara baru dalam agama. Alhamdulillah, termasuk keluasan rahmat Allah kepada kita, Dia menjadikan salam kita untuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai kepada beliau di manapun kita berada, baik di ujung timur maupun barat. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Jangalah kalian jadikan kuburku sebagai perayaan, dan (jangan jadikan) rumah-rumah kalian sebagai kuburan, bershalawtlah kepadaku karena sesungguhnya shalawat kalian sampai kepadaku di manapun kalian berada”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits-hadits yang semakna dengannya banyak sekali. [Lihat Al-Mustadrak ‘Ala Mu’jam Manahi Lafzhiyyah Sulaiman Al-Khurosi hal. 231-232]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari Majalah Al-Furqon Edisi 05 Tahun VI/Dzul-Hijjah 1427 (Januari 2007). Penerbit Lajnah Dakwah Ma’had Al-Furqon, Alamat Maktabah Ma’ahd Al-Furqon, Srowo Sidayu Gresik Jatim]&lt;br /&gt;__________&lt;br /&gt;Foote Note&lt;br /&gt;[1]. Nama sebuah desa besar di jalan Madinah dahulu (lihat Mu’jam Buldan 2/111). Di sana ada sebuah masjid yang Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berangkat haji, beliau shalat dan ber-ihram di sana. Jaraknya dari Madinah kurang lebih 3 mil, dijangkau dengan mobil sekitar seperempat jam [Lihat Al-Haj Al-Mabrur Abu Bakar Al-Jaza’iri hal. 32]&lt;br /&gt;[2]. Seperti do’a/dzikir tertentu untuk setiap putaran thawaf dan sa’i, maka ini juga tidak ada asalnya. [Lihat At-Tahqiq wal Idhah Abdul Aziz bin Baz hal. 29, Manasik Haji wal Umrah Ibnu Utsaimin hal.119, Syarh Manasik Haji wal Umrah Sholih Al-fauzan hal.75, Tashih Du’a Bakar Abu Zaid hal.520]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8513806145173295652-4104704312003675726?l=ibadahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibadahislam.blogspot.com/feeds/4104704312003675726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/haji-mabrur-haji-akbar-ganti-nama-usai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/4104704312003675726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/4104704312003675726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/haji-mabrur-haji-akbar-ganti-nama-usai.html' title='Haji Mabrur, Haji Akbar, Ganti Nama Usai Haji, Asal Hajar Aswad, Titip Salam Untuk Nabi'/><author><name>Islam itu Mudah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12156924797584292545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_I_iRZ9uq4/S69pszN__1I/AAAAAAAAAOA/km7Cp7A0g4k/S220/h.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8513806145173295652.post-7060257756635643992</id><published>2009-10-31T21:37:00.000+07:00</published><updated>2009-10-31T21:37:10.538+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Haji dan Umrah'/><title type='text'>HIKMAH IBADAH HAJI</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;HIKMAH IBADAH HAJI&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Baz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7160978/HIKMAHIBADAHHAJI.pdf.html"&gt;Download PDF&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara Asmaul Husna yang dimiliki Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah Al-Hakim yang bermakna : “Yang menetapkan Hukum, atau Yang mempunyai sifat Hikmah, di mana Allah tidak berkata dan bertindak dengan sia-sia. Oleh karena itulah semua syari’at Allah Subhanahu wa Ta’ala mempunyai kebaikan yang besar dan manfaat yang banyak bagi hamba-Nya di dunia seperti kebagusan hati, ketenangan jiwa dan kebaikan keadaan. Juga akibat yang baik dan kemenangan yang besar di kampung kenikmatan (akhirat) dengan melihat wajah-Nya dan mendapatkan ridha-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula haji, sebuah ibadah tahunan yang besar yang Allah syari’atkan bagi para hamba-Nya, mempunyai berbagai manfaat yang besar dan tujuan yang besar pula, yang membawa kebaikan di dunia dan akhirat. Dan diantara hikmah ibadah haji ini adalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1]. Mengikhlaskan Seluruh Ibadah&lt;br /&gt;Beribadah semata-mata untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menghadapkan hati kepada-Nya dengan keyakinan bahwa tidak ada yang diibadahi dengan haq, kecuali Dia dan bahwa Dia adalah satu-satunya pemilik nama-nama yang indah dan sifat-sifat yang mulia. Tidak ada sekutu bagi-Nya, tidak ada yang menyerupai-Nya dan tidak ada tandingan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Dan hal ini telah diisyaratkan dalam firman-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dan ingatlah ketika Kami menempatkan tempat Baitullah untuk Ibrahim dengan menyatakan ; “Janganlah engkau menyekutukan Aku dengan apapun dan sucikan rumah-Ku ini bagi orang-orang yang thawaf, beribadah, ruku dan sujud” [Al-Hajj : 26]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mensucikan rumah-Nya di dalam hal ini adalah dengan cara beribadah semata-mata kepada Allah di dekat rumah-Nya (Ka’bah) yang mulia, mebersihkan sekitar Ka’bah dari berhala-berhala, patung-patung, najis-najis yang Allah Subhanahu wa Ta’ala haramkan serta dari segala hal yang mengganggu orang-orang yang sedang menjalankan haji atau umrah atau hal-hal lain yang menyibukkan (melalaikan, -pent) dari tujuan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2]. Mendapat Ampunan Dosa-Dosa Dan Balasan Jannah&lt;br /&gt;“Dari Abu Hurairah bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Satu umrah sampai umrah yang lain adalah sebagai penghapus dosa antara keduanya dan tidak ada balasan bagi haji mabrur kecuali jannah” [HR Bukhari dan Muslim, Bahjatun Nanzhirin no. 1275]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata : “Aku mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa barang siapa berhaji ke Baitullah ini karena Allah, tidak melakukan rafats dan fusuuq, niscaya ia kembali seperti hari ia dilahirkan oleh ibunya” [HR Bukhari]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rafats : jima’ ; pendahuluannya dan ucapan kotor, Fusuuq : kemaksiatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya barangsiapa mendatangi Ka’bah, kemudian menunaikan haji atau umrah dengan baik, tanpa rafats dan fusuuq serta dengan ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta’ala semata, niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala mengampuni dosa-dosanya dan menuliskan jannah baginya. Dan hal inilah yang didambakan oleh setiap mu’min dan mu’minah yaitu meraih keberuntungan berupa jannah dan selamat dari neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3]. Menyambut Seruan Nabi Ibrahima Alaihissalam&lt;br /&gt;“Dan serulah manusia untuk berhaji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh”[Al-Hajj : 27]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim Alaihissalam telah menyerukan (agar berhaji) kepada manusia. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan siapa saja yang Dia kehendaki (untuk bisa) mendengar seruan Nabi Ibrahim Alaihissalam tersebut dan menyambutnya. Hal itu berlangsung semenjak zaman Nabi Ibrahim hingga sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4]. Menyaksikan Berbagai Manfaat Bagi Kaum Muslimin&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “Agar supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka” [Al-Hajj : 28]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan manfaat-manfaat dengan muthlaq (secara umum tanpa ikatan) dan mubham (tanpa penjelasan) karena banyaknya dan besarnya menafaat-manfaat yang segera terjadi dan nanti akan terjadi baik duniawi maupun ukhrawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan diantara yang terbesar adalah menyaksikan tauhid-Nya, yakni mereka beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala semata-mata. Mereka datang dengan niat mencari wajah-Nya yang mulia bukan karena riya’ (dilihat orang lain) dan juga bukan karena sum’ah (dibicarakan orang lain). Bahkan mereka betauhid dan ikhlas kepada-Nya, serta mengikrarkan (tauhid) di antara hamba-hamba-Nya, dan saling menasehati di antara orang-orang yang datang (berhaji dan sebagainya,-pent) tentangnya (tauhid).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka thawaaf mengelilingi Ka’bah, mengagungkan-Nya, menjalankan shalat di rumah-Nya, memohon karunia-Nya, berdo’a supaya ibadah haji mereka diterima, dosa-dosa mereka diampuni, dikembalikan dengan selamat ke nergara masing-masing dan diberi anugerah kembali lagi untuk berdo’a dan merendah diri kepda-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengucapkan talbiyah dengan keras sehingga di dengar oleh orang yang dekat ataupun yang jauh, dan yang lain bisa mempelajarinya agar mengetahui maknanya, merasakannya, mewujudkan di dalam hati, lisan dan amalan mereka. Dan bahwa maknanya adalah : Mengikhlaskan ibadah semata-mata untuk Allah dan beriman bahwa Dia adalah ‘ilah mereka yang haq, Pencipta mereka, Pemberi rizki mereka, Yang diibadahi sewaktu haji dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5]. Saling Mengenal Dan Saling Menasehati&lt;br /&gt;Dan diantara hikmah haji adalah bahwa kaum muslimin bisa saling mengenal dan saling berwasiat dan menasehati dengan al-haq. Mereka datang dari segala penjuru, dari barat, timur, selatan dan utara Makkah, berkumpul di rumah Allah Subhanahu wa Ta’ala yang tua, di Arafah, di Muzdalifah, di Mina dan di Makkah. Mereka saling mengenal, saling menasehati, sebagian mengajari yang lain, membimbing, menolong, membantu untuk maslahat-maslahat dunia akhirat, maslahat taklim tata cara haji, shalat, zakat, maslahat bimbingan, pengarahan dan dakwah ke jala Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bisa mendengar dari para ulama, apa yang bermanfaat bagi mereka yang di sana terdapat petunjuk dan bimbingan menuju jalan yang lurus, jalan kebahagiaan menuju tauhidullah dan ikhlas kepada-Nya, menuju ketaatan yang diwajibkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mengetahui kemaksiatan untuk dijauhi, dan supaya mereka mengetahui batas-batas Allah dan mereka bisa saling menolong di dalam kebaikan dan taqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6]. Mempelajari Agama Allah Subhanahu wa Ta’ala&lt;br /&gt;Dan diantara manfaat haji yang besar adalah bahwa mereka bisa mempelajari agama Allah dilingkungan rumah Allah yang tua, dan di lingkungann masjid Nabawi dari para ulama dan pembimbing serta memberi peringatan tentang apa yang mereka tidak ketahui mengenai hukum-hukum agama, haji, umrah dan lainnya. Sehingga mereka bisa menunaikan kewajiban mereka dengan ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Makkah inilah tertib ilmu itu, yaitu ilmu tauhid dan agama. Kemudian (berkembang) dari Madinah, dari seluruh jazirah ini dan dari seluruh negeri-negeri Allah Subhanahu wa Ta’ala yang ada ilmu dan ahli ilmu. Namun semua asalnya adalah dari sini, dari lingkungan rumah Allah yang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka wajib bagi para ulama dan da’i, dimana saja mereka berada, terlebih lagi di lingkungan rumah Allah Subhanahu wa Ta’ala ini, untuk mengajari manusia, orang-orang yang menunaikan haji dan umrah, orang-orang asli dan pendatang serta para penziarah, tentang agama dan manasik haji mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim diperintahkan untuk belajar, bagaimanapun (keadaannya) ia, dimana saja dan kapan saja ; tetapi di lingkungan rumah Allah yang tua, urusan ini (belajar agama) lebih penting dan mendesak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di antara tanda-tanda kebaikan dan kebahagian seseorang adalah belajar tentang agama Allah Subhanahu wa Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Nabi Shallallahu ‘alaihi bersabda : “Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala memperoleh kebaikan, niscaya Dia menjadikan faqih terhadap agama” [HR Bukhari, Kitab Al-Ilmi 3 bab : 14]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini, di negeri Allah, di negerimu dan di negeri mana saja, jika engkau dapati seorang alim ahli syari’at Allah, maka pergunakanlah kesempatan. Janganlah engkau takabur dan malas. Karena ilmu itu tidak bisa diraih oleh orang-orang yang takabur, pemalas, lemah serta pemalu. Ilmu itu membutuhkan kesigapan dan kemauan yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mundur dari menuntut ilmu, itu bukanlah sifat malu, tetapi suatu kelemahan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dan Allah tidak malu dari kebenaran” [Al-Ahzab : 53]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya seorang mukmin dan mukminah yang berpandangan luas, tidak akan malu dalam bab ini ; bahkan ia maju, bertanya, menyelidiki dan menampakkan kemusykilan yang ia miliki, sehingga hilanglah kemusykilan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[7]. Menyebarkan Ilmu&lt;br /&gt;Di antara manfaat haji adalah menyebarkan ilmu kepada saudara-saudaranya yang melaksanakan ibadah haji dan teman-temannya seperjalanan, yang di mobil, di pesawat terbang, di tenda, di Mekkah dan di segala tempat. Ini adalah kesempatan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala anugerahkan. Engkau bisa menyebarkan ilmu-mu dan menjelaskan apa yang engkau miliki, akan tetapi haruslah dengan apa yang engkau ketahui berdasarkan Al-Kitab dan As-Sunnah dan istimbath ahli ilmu dari keduanya. Bukan dari kebodohan dan pemikiran-pemikiran yang menyimpang dari Al-Kitab dan As-Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[8]. Memperbanyak Ketaatan&lt;br /&gt;Di antara manfaat haji adalah memperbanyak shalat dan thawaf, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Kemudian hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka ; hendaklah mereka menyempurnakan nadzar-nadzar mereka dan hendaklah mereka berthawaf sekeliling rumah yang tua itu (Ka’bah)” [Al-Hajj : 29]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka disyariatkan bagi orang yang menjalankan haji dan umrah untuk memperbanyak thawaf semampunya dan memperbanyak shalat di tanah haram. Oleh karena itu perbanyaklah shalat, qira’atul qur’an, tasbih, tahlil, dzikir. Juga perbanyaklah amar ma’ruf nahi mungkar dan da’wah kepada jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala di mana banyak orang berkumpul dari Afrika, Eropa, Amerika, Asia dan lainnya. Maka wajib bagi mereka untuk mempergunakan kesempatan ini sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[9]. Menunaikan Nadzar&lt;br /&gt;Walaupun nadzar itu sebaiknya tidak dilakukan, akan tetapi seandainya seseorang telah bernadzar untuk melakukan ketaatan, maka wajib baginya untuk memenuhinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Barangsiapa bernadzar untuk mentaati Allah, maka hendaklah dia mentaati-Nya” [HR Bukhari]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka apabila seseorang bernadzar di tanah haram ini berupa shalat, thawaf ataupun ibadah lainnya, maka wajib baginya untuk menunaikannya di tanah haram ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dan hendaklah mereka menunaikan nadzar” [Al-Hajj : 29]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[10]. Menolong Dan Berbuat Baik Kepada Orang Miskin&lt;br /&gt;Di antara manfaat haji adalah bisa menolong dan berbuat baik kepada orang miskin baik yang sedang menjalankan haji atau tidak di negeri yang aman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang dapat mengobati orang sakit, menjenguknya, menunjukkan ke rumah sakit dan menolongnya dengan harta serta obat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semua termasuk manfaat-manfaat haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : ….agar mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka” [Al-Hajj : 28]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[11]. Memperbanyak Dzikir Kepada Allah&lt;br /&gt;Di negeri yang aman ini hendaklah memperbanyak dzikir kepada Allah, baik dalam keadaan berdiri, duduk dan bebaring, dengan tasbih (ucapan Subhanallah), hamdalah (ucapan Alhamdulillah), tahlil (ucapan Laa ilaaha ilallah), takbir (ucapan Allahu Akbar) dan hauqallah (ucapan Laa haula wa laa quwata illa billah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dari Abu Musa Al-As’ari Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Perumpamaan orang yang mengingat Rabb-nya dan yang tidak mengingat-Nya adalah sebagai orang hidup dan yang mati”. [HR Bukhari, Bahjatun Nadzirin no. 1434]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[12]. Berdo’a Kepada-Nya&lt;br /&gt;Di antara manfaat haji, hendaknya bersungguh-sungguh merendahkan diri dan terus menerus berdo’a kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, agar Dia menerima amal, membereskan hati dan perbuatan ; agar Dia menolong untuk mengingat-Nya, bersyukur kepada-Nya dan memperbagus ibadah kepada-Nya ; agar Dia menolong untuk menunaikan kewajiban dengan sifat yang Dia ridhai serta agar Dia menolong untuk berbuat baik kepada hamba-hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[13]. Menunaikan Manasik Dengan Sebaik-Baiknya&lt;br /&gt;Di antara manfaat haji, hendaknya melaksanakannya dengan sesempurna mungkin, dengan sebaik-baiknya dan seikhlas mungkin baik sewaktu melakukan thawaf, sa’i, wukuf di Arafah, berada di Muzdalifah, melempar jumrah, maupun sewaktu shalat, qira’atul qur’an, berdzikir, berdo’a dan lainnya. Juga hendaknya mengupayakannya dengan kosentrasi dan ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[14]. Menyembelih Kurban&lt;br /&gt;Di antara manfaat haji adalah menyembelih (binatang) kurban, baik yang wajib tatkala berihram tammatu dan qiran, maupun tidak wajib yaitu untuk taqarrub kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu haji wada’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah berkurban 100 ekor binatang. Para sahabat juga menyembelih kurban. Kurban itu adalah suatu ibadah, karena daging kurban dibagikan kepada orang-orang miskin dan yang membutuhkan di hari-hari Mina dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah sebagian hikmah dari ibadah haji (rukun Islam yang ke lima) mudah-mudahan kita bisa mengambil manfaatnya, dan senantiasa diberi petunjuk dari Allah Subhanahu wa Ta’ala serta diberi kemudahan untuk menunaikannya. Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 09/Tahun III/1419H/1999M, Disadur oleh Abu Shalihah dari Majalah Al-Furqon nomor 72 hal.18-21. Penebit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km 8 Selokaton Gondangrejo – Solo 57183 ]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8513806145173295652-7060257756635643992?l=ibadahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibadahislam.blogspot.com/feeds/7060257756635643992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/hikmah-ibadah-haji.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/7060257756635643992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/7060257756635643992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/hikmah-ibadah-haji.html' title='HIKMAH IBADAH HAJI'/><author><name>Islam itu Mudah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12156924797584292545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_I_iRZ9uq4/S69pszN__1I/AAAAAAAAAOA/km7Cp7A0g4k/S220/h.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8513806145173295652.post-239844050305586828</id><published>2009-10-28T20:55:00.000+07:00</published><updated>2009-10-28T20:55:58.202+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HAJI'/><title type='text'>HAJI NABI</title><content type='html'>&lt;div align="right"&gt;&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلا رَفَث&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;َ وَلا فُسُوقَ وَلا جِدَالَ فِي الْحَجِّ وَمَا&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الألْبَاب&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;ِ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.&lt;br /&gt;(QS:AL-Baqaroh : 197)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E-Book &lt;strong&gt;"HAJI NABI"&lt;/strong&gt; karya &lt;strong&gt;Syaikh Nasiruddin Al-Albani&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://ebook.kuyokuyo.no-ip.info/_Nashiruddin%20Al-Albani/Haji%20Nabi.pdf"&gt;Download E-book ini&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8513806145173295652-239844050305586828?l=ibadahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibadahislam.blogspot.com/feeds/239844050305586828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/haji-nabi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/239844050305586828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/239844050305586828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/haji-nabi.html' title='HAJI NABI'/><author><name>Islam itu Mudah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12156924797584292545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_I_iRZ9uq4/S69pszN__1I/AAAAAAAAAOA/km7Cp7A0g4k/S220/h.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8513806145173295652.post-3870691624049474096</id><published>2009-10-25T22:07:00.000+07:00</published><updated>2009-10-25T22:07:38.898+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='WANITA'/><title type='text'>Rapatkan dan Luruskan Shaf (Barisan) Sholat</title><content type='html'>&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Rapatkan dan Luruskan Shaf (Barisan) Sholat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kategori Fiqih Muslimah, Sholat by ummuumar&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7069140/RapatkandanLuruskanShaf.pdf.html"&gt;download PDF&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rapatkan dan Luruskan Shaf (Barisan) Sholat&lt;br /&gt;Kategori Fiqih Muslimah, Sholat by ummuumar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis memperhatikan bahwa pada sebagian besar masjid/musholla yang telah penulis kunjungi untuk melaksanakan sholat, senantiasa terdapat beberapa wanita yang melaksanakan sholat berjama’ah namun antar jama’ah wanita tersebut terdapat jarak/celah yang lebarnya bahkan sampai  1 (satu) meter.  Terkadang bila sholat berjama’ah dan penulis bermaksud merapatkan shaf, maka jama’ah disebelah kanan/kiri malah semakin menjauhkan kaki mereka dari kaki penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua kondisi diatas membuat sedih penulis,  karena dalam Islam pada saat melaksanakan sholat berjama’ah kita dianjurkan untuk senantiasa meluruskan shaf dan menutup celahnya (merapatkannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut berdasarkan hadits ‘Aisyah Radhiallahu ‘anha, dia bercerita : Rasulullah Shollallahu ‘alayhi wa Sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah dan Para Malaikat-Nya bershalawat atas orang-orang yang menyambung barisan. Barang siapa menutupi kerenggangan (yang ada dalam barisan), niscaya dengannya Allah akan meninggikannya satu derajat.” (HR. Ibnu Majah,Ahmad, Ibnu Khuzaimah,Al-Hakim,  dinilai Shahih oleh Adz-Dzahabi dan al-Albani).&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ‘Abdullah bin ‘Umar Radhiallahu ‘anhumaa, Rasulullah Shollallahu ’alayhi wa Sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa yang menyambung shaff niscaya Allah akan menyambungnya. Dan barang siapa memutuskan shaff niscaya Allah ‘Azza wa Jalla pun akan memutuskannya”. (HR. An-nasa’i, Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah, Al-Hakim, dinilai shahih oleh Al-Hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi dan dinilai shahih oleh Al-Albani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Mas’ud radhiallahu ‘anhu, ia berkata : “Adalah Rasulullah Shollallahu ‘alayhi wa Sallam mengusap pundak-pundak kami dengan berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Luruskanlah shaf-shaf kalian dan janganlah berselisih sehingga hati kalian akan berselisih”. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga pernah berkata :&lt;br /&gt;“Luruskanlah shaf-shaf kalian, jika tidak, maka Allah akan menimpakan&lt;br /&gt;perselisihan di antara kalian”. (HR. Bukhari &amp;amp; Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga bengkoknya shaf akan mengakibatkan permusuhan dan pertentangan hati, kekurangan iman dan hilangnya kekhusyu’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana lurusnya sebuah shaf termasuk (sebagian dari) kesempurnaan sholat, yang demikian itu diungkapkan  di dalam sabda Rasulullah shollallaahu ‘alayhi wa Sallam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena lurusnya shaf itu sebagian dari kesempurnaan shalat.” (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam riwayat lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena lurusnya shaf itu sebagian dari baiknya sholat”(HR. Al-Bukhari &amp;amp; Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Ukhty Muslimah, mari rapatkan dan luruskan shaf kita. Semoga dengannya, Allah mengangkat derajat kita, menjauhkan perselisihan dan permusuhan di antara kita. Amiin…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;1.Ensiklopedi Shalat menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah, Dr. Sa’id bin ’Ali bin Wahf al-Qahthani, Pustaka Imam Asy-Syafi’i , Hal 580-581&lt;br /&gt;2.Ensiklopedi Mini Keutamaan Sholat Berjama’ah , Prof. Dr. Fadhl Ilahi ,  Salwa Press, Hal. 42&lt;br /&gt;3.Pengaruh Shalat terhadap Iman dan Jiwa Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah, Husain bin ‘Audah al-’Awayisyah, Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Hal. 18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8513806145173295652-3870691624049474096?l=ibadahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibadahislam.blogspot.com/feeds/3870691624049474096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/rapatkan-dan-luruskan-shaf-barisan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/3870691624049474096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/3870691624049474096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/rapatkan-dan-luruskan-shaf-barisan.html' title='Rapatkan dan Luruskan Shaf (Barisan) Sholat'/><author><name>Islam itu Mudah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12156924797584292545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_I_iRZ9uq4/S69pszN__1I/AAAAAAAAAOA/km7Cp7A0g4k/S220/h.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8513806145173295652.post-7430284230135727332</id><published>2009-10-25T21:59:00.000+07:00</published><updated>2009-10-25T21:59:59.202+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='WANITA'/><title type='text'>SUAMIKU BUKAN LELAKI SEMPURNA</title><content type='html'>SUAMIKU BUKAN LELAKI SEMPURNA&lt;br /&gt;Kategori Obrolan Muslimah, Pribadi Shalihah by Sutikno bin Tumingan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;SUAMIKU BUKAN LELAKI SEMPURNA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Nikah Vol. 4, No. 6, September 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7069043/SUAMIKUBUKANLELAKISEMPURNA.pdf.html"&gt;download PDF&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu di tengah hangatnya teh panas dan sepotong rotii di pagi hari, saya dan teman-teman satu kos sering ngobrol tentang sosok ikhwan atau suami ideal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut kami seorang ikhwan yang paham agama pastilah sosok yang amat ’super’. Super ngemong, sabar, romantis, dan sebagainya, tiada cela dan noda. Dalam pikiran polos kami saat itu, seorang ikhwan itu pasti ittibaussunnah dalam segala hal, termasuk dalam berumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun seiring berjalannya waktu akhirnya saya menyadari, ternyata dulu kami melupakan satu hal. Yaitu bahwa seorang ikhwan adalah juga manusia, yang tentu saja memiliki sifat “manusiawi”. Mereka pun memiliki sederet masalah, dan mereka bukan malaikat. Jadi, tidak layak tentunya jika berbagai tuntutan kita bebankan kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun harapan adalah sah-sah saja. Hanya saja, jangan kaget setelah bertemu realita. Setelah menikah, menyatukan dua hati yang berbeda bukanlah hal mudah. Menginginkan sosok suami yang bisa menyelesaikan konflik tanpa menyisakan sedikit pun sakit hati atau masalah adalah harapan berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi mengharap suami yang full romantis di antara sekian beban yang ditanggungnya. Suami kita hanyalah laki-laki biasa yang punya masa lalu dan latar belakang berbeda dengan kita. Mereka seperti kita juga, punya banyak kelemahan di samping kelebihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apakah harus kecewa kalau sudah dapat suami tapi masih jauh dari harapan waktu muda? Tidak juga. Hal terpenting adalah jangan lagi berandai-andai dan mengeluh. Berpikirlah progresif, jangan regresif. Pikirkan solusi, jangan mempertajam konflik atau mendramatisir keadaan. Komunikasikan apa yang ada dalam benak kita dalam situasi terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitrah wanita dengan porsi perasaan yang lebih dominan seharusnya menjadikan kaum hawa lebih pintar memilih waktu curhat yang tepat. Sikap “nrimo” atas kekurangan suami bisa jadi pilihan tepat untuk mengurangi tingkat kekecewaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsepnya semakin Anda melihat perbedaan, semakin terluka hati ini (self-fulfilling prophecy).   Jadi, carilah titik persamaan untuk meraih kebahagiaan. Dan ingat, dari sekian akhwat yang ada, Andalah yang terpilih untuk menjadi belahan hatinya. Karena itu cintailah suami Anda apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi para akhwat yang belum menikah, tetaplah “memanusiakan” manusia. Para ikhwan itu adalah seperti diri kita juga. Mereka bukan Superman. Ingat pula bahwa jodoh ada di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tetaplah perbaiki diri baik secara dien maupun fisik. Masalah siapa suami dan bagaimana sosok suami kita kelak adalah hak prerogatif Allah Subhanahu wa Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkirkan sederetan tuntutan “super” bagi calon suami. Semakin banyak tuntutan, bila tak terpenuhi akan membuat tingkat kekecewaan semakin tinggi. Percayalah pada janji Allah, bahwa suami yang baik adalah untuk istri yang baik pula, insya Allah. Lagi pula Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah menegaskan dalam salah satu haditsnya bahwa memilih suami adalah karena ketinggian agama dan akhlaknya, bukan prioritas sekunder lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata, yuk, sembari menyeruput teh panas, kita ganti topik menjadi ~Bagaimana menjadi istri ideal.~ Wallahu a’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8513806145173295652-7430284230135727332?l=ibadahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibadahislam.blogspot.com/feeds/7430284230135727332/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/suamiku-bukan-lelaki-sempurna.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/7430284230135727332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/7430284230135727332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/suamiku-bukan-lelaki-sempurna.html' title='SUAMIKU BUKAN LELAKI SEMPURNA'/><author><name>Islam itu Mudah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12156924797584292545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_I_iRZ9uq4/S69pszN__1I/AAAAAAAAAOA/km7Cp7A0g4k/S220/h.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8513806145173295652.post-1364943072803743894</id><published>2009-10-25T07:04:00.002+07:00</published><updated>2009-10-25T16:07:40.317+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='WANITA'/><title type='text'>Pekerjaan Bagi Perempuan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;APA PEKERJAAN YANG DIPERBOLEHKAN BAGI PEREMPUAN MUSLIMAH YANG MANA IA BISA BEKERJA DI DALAMNYA&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7059742/iPerempuanMuslimahYangManaIaDapatBekerjaDiDalamnya.pdf.html"&gt;&amp;nbsp;Download PDF&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Apa lahan pekerjaan yang diperbolehkan bagi perempuan muslimah yang mana ia bisa bekerja di dalamnya tanpa bertentangan dengan ajaran-ajaran agamanya ? Jawaban Lahan pekerjaan seorang wanita adalah pekerjaan yang dikhususkan untuknya seperti pekerjaan mengajar anak-anak perempuan baik secara administratif ataupun secara pribadi, pekerjaan menjahit pakaian wanita di rumahnya dan sebagainya. Adapun pekerjaan dalam lahan yang dikhususkan untuk orang laki-laki maka tidaklah diperbolehkan baginya untuk bekerja pada lahan tersebut yang akan mengundang ikhtilath sedangkan hal tersebut adalah fitnah yang besar yang harus dihindari. Perlu diketahui bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda. "Artinya : Saya tidak meninggalkan fitnah (godaan) yang lebih berbahaya bagi seorang laki-laki daripada fitnah perempuan". Maka seorang laki-laki harus menjauhkan keluarganya dari tempat-tempat fitnah dan sebab-sebabnya dalam segala kondisi. [Fatawa Mar'ah, 1/103]&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;HUKUM BEKERJANYA SEORANG WANITA DAN LAPANGAN PEKERJAAN YANG DIPERBOLEHKAN BAGI SEORANG WANITA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; Oleh Lajnah Da'imah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Apa hukum wanita yang bekerja ? Dan lapangan pekerjaan apa saja yang diperbolehkan bagi seorang wanita untuk bekerja di dalamnya ? Jawaban Tidak seorang pun yang berselisih bahwa wanita berhak bekerja, akan tetapi pembicaraan hanya berkisar tentang lapangan pekerjaan apa yang layak bagi seorang wanita, dan penjelasannya sebagai berikut : Ia berhak mengerjakan apa saja yang biasa dikerjakan oleh seorang wanita biasa lainnya dirumah suaminya dan keluarganya seperti memasak, membuat adonan kue, membuat roti, menyapu, mencuci pakaian, dan bermacam-macam pelayanan lainnya serta pekerjaan bersama yang sesuai dengannya dalam rumah tangga. Ia juga berhak mengajar, berjual beli, menenun kain, membuat batik, memintal, menjahit dan semisalnya apabila tidak mendorong pada perbuatan-perbuatan yang diharamkan oleh syara' seperti berduaan dengan selain mahram atau bercampur dengan laki-laki lain, yang mengakibatkan fitnah atau menyebabkan ia meninggalkan hal-hal yang harus dilakukannya terhadap keluarganya, atau menyebabkan ia tidak mematuhi perintah orang yang harus dipatuhinya dan tanpa ridha mereka. [Majalatul Buhuts Al-Islamiyah 19/160] [Disalin dari kitab Al-Fatawa Al-Jami'ah Lil Mar'atil Muslimah, Penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan, Edisi Indonesiap Fatwa-Fatwa Tentang Wanita, Penerjemah Amir Hamzah Fakhruddin, Penerbit Darul Haq]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8513806145173295652-1364943072803743894?l=ibadahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibadahislam.blogspot.com/feeds/1364943072803743894/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/apa-pekerjaan-yang-diperbolehkan-bagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/1364943072803743894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/1364943072803743894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/apa-pekerjaan-yang-diperbolehkan-bagi.html' title='Pekerjaan Bagi Perempuan'/><author><name>Islam itu Mudah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12156924797584292545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_I_iRZ9uq4/S69pszN__1I/AAAAAAAAAOA/km7Cp7A0g4k/S220/h.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8513806145173295652.post-9184163267228948661</id><published>2009-10-25T06:31:00.003+07:00</published><updated>2009-10-25T06:42:14.823+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='katalog'/><title type='text'>Katalog Pustaka Imam As-Syafi'i</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://pict.com/" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img height="320" src="http://img2.pict.com/03/2c/b4/1832315/0/800/brosur1.jpg" width="203" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://img2.pict.com/03/2c/b4/1832315/0/800/brosur1.jpg"&gt;download image ini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Alamat web &lt;a href="http://pustakaimamsyafii.com/pis/"&gt;Pustaka Imam As-Syafi'i&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://pustakaimamsyafii.com/pis/" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img height="102" src="http://img2.pict.com/55/70/27/1832365/0/pis.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8513806145173295652-9184163267228948661?l=ibadahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibadahislam.blogspot.com/feeds/9184163267228948661/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/download-image-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/9184163267228948661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/9184163267228948661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/download-image-ini.html' title='Katalog Pustaka Imam As-Syafi&apos;i'/><author><name>Islam itu Mudah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12156924797584292545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_I_iRZ9uq4/S69pszN__1I/AAAAAAAAAOA/km7Cp7A0g4k/S220/h.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8513806145173295652.post-3158402909778954092</id><published>2009-10-24T21:51:00.003+07:00</published><updated>2009-10-25T07:22:36.040+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='video'/><title type='text'>Video Kajian Islam</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lau Kaana Khairan - Part 1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="500" width="500"&gt;&lt;embed allowscriptaccess="always" width="500" src="http://www.youtube.com/v/YDg4lYPfjfQ&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" height="500" allowfullscreen="true" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://keepvid.com/save-video.mp4?http%3A%2F%2Fv3.lscache5.c.youtube.com%2Fvideoplayback%3Fip%3D0.0.0.0%26sparams%3Did%252Cexpire%252Cip%252Cipbits%252Citag%252Calgorithm%252Cburst%252Cfactor%26fexp%3D901803%252C902905%252C904704%26algorithm%3Dthrottle-factor%26itag%3D18%26ipbits%3D0%26signature%3D36E34BD07DFDDE2A655463375D177B7F5672CC3F.174535912A09E394DDB00E7224388A06C91E1780%26sver%3D3%26expire%3D1256421600%26key%3Dyt1%26factor%3D1.25%26burst%3D40%26id%3D6038389583df8df4"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;download video ini&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bingkisan Istimewa Menuju Keluarga Sakinah 01&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="500" width="500"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/0HBpk8tDDPA&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/0HBpk8tDDPA&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="500" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://keepvid.com/save-video.mp4?http%3A%2F%2Fv22.lscache1.c.youtube.com%2Fvideoplayback%3Fip%3D0.0.0.0%26sparams%3Did%252Cexpire%252Cip%252Cipbits%252Citag%252Calgorithm%252Cburst%252Cfactor%26fexp%3D900131%26algorithm%3Dthrottle-factor%26itag%3D18%26ipbits%3D0%26signature%3D761CFC0C2C482CA1877F0284BFB2BF5B6A31D011.8D9355E535BD95512D77F38E05DF4AE0E17EFF79%26sver%3D3%26expire%3D1256454000%26key%3Dyt1%26factor%3D1.25%26burst%3D40%26id%3Dd0706993cb430cf0"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;download video ini&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8513806145173295652-3158402909778954092?l=ibadahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibadahislam.blogspot.com/feeds/3158402909778954092/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/lau-kaana-khairan-part-1-ust-hakim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/3158402909778954092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/3158402909778954092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/lau-kaana-khairan-part-1-ust-hakim.html' title='Video Kajian Islam'/><author><name>Islam itu Mudah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12156924797584292545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_I_iRZ9uq4/S69pszN__1I/AAAAAAAAAOA/km7Cp7A0g4k/S220/h.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8513806145173295652.post-6451912391260956908</id><published>2009-10-24T21:17:00.003+07:00</published><updated>2009-11-14T07:24:48.755+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='WANITA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MP3'/><title type='text'>TANGGUNG JAWAB MUSLIMAH</title><content type='html'>&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;span style="font-size: 180%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;TANGGUNG JAWAB MUSLIMAH&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Penyaji : Ust. Abu Jarir&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Dalam kajian ini ustadz Abu Jarir Al-Atsary menjelaskan secara lengkap tentang masalah kewanitaan yang harus mempunyai rasa tanggung jawab terhadap perintah Agamanya secara istiqomah, semoga Allah memberikan kpd kita Istiqomah diatas Islam dan Sunnah hingga akhir hayat kita.simaklah kajian yang penuh manfaat ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7054736/05AbuJarirTanggungJawabWanitaMuslimah.WAV.html"&gt;download file Mp3 ini&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8513806145173295652-6451912391260956908?l=ibadahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibadahislam.blogspot.com/feeds/6451912391260956908/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/tanggung-jawab-muslimah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/6451912391260956908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/6451912391260956908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/tanggung-jawab-muslimah.html' title='TANGGUNG JAWAB MUSLIMAH'/><author><name>Islam itu Mudah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12156924797584292545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_I_iRZ9uq4/S69pszN__1I/AAAAAAAAAOA/km7Cp7A0g4k/S220/h.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8513806145173295652.post-3898135585376935583</id><published>2009-10-22T22:00:00.000+07:00</published><updated>2009-10-22T22:48:05.498+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MP3'/><title type='text'>Istiqomah,Makna,hakikat,Kedudukan dan keutamaanya.</title><content type='html'>Istiqomah,Makna,hakikat,Kedudukan dan keutamaanya.&lt;br /&gt;Penyaji : Ustadz Abu Qotadah&lt;br /&gt;Waktu : Sabtu pagi, 29 Agustus 2009&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Dalam Kajian ini ustadz Abu Qotadah menjelaskan secara lengkap tentang makna,hakikat,kedudukan dan keutamaan istiqomah,semoga Allah memberikan kpd kita Istiqomah diatas Islam dan Sunnah hingga akhir hayat kita.simaklah kajian yang penuh manfaat ini.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://ia301519.us.archive.org/2/items/KajianIslamRadioRodja756Am_623/UstadzAbuQotadah_istiqomah.mp3"&gt;DOWNLOAD FILE MP3 KAJIAN DISINI&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;img alt="Powered by Blogger" src="http://www.radiorodja.com/wp-content/plugins/podpress/images/audio_mp3_button.png" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8513806145173295652-3898135585376935583?l=ibadahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibadahislam.blogspot.com/feeds/3898135585376935583/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/istiqomahmaknahakikatkedudukan-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/3898135585376935583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/3898135585376935583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/istiqomahmaknahakikatkedudukan-dan.html' title='Istiqomah,Makna,hakikat,Kedudukan dan keutamaanya.'/><author><name>Islam itu Mudah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12156924797584292545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_I_iRZ9uq4/S69pszN__1I/AAAAAAAAAOA/km7Cp7A0g4k/S220/h.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8513806145173295652.post-5600536045838893763</id><published>2009-10-22T21:36:00.000+07:00</published><updated>2009-10-22T21:37:34.458+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MP3'/><title type='text'>Cabang-cabang Keimanan</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Cabang-cabang Keimanan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Penyaji : Syaikh Prof.DR.Abdur Rozzaq bin Abdul Muhsin Al Badr hafidzohumallah&lt;br /&gt;Penterjemah : Ustadz Anas Burhanudin&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Waktu : Senin malam, 3 Agustus 2009&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;a href="http://ia301506.us.archive.org/3/items/KajianIslamRadioRodja756Am_382/016_syaikhAbdurRozzaqBinAbdulMuhsinAlBadr_cabang-cabangKeimanan.mp3"&gt;download MP3 kajian ini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8513806145173295652-5600536045838893763?l=ibadahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibadahislam.blogspot.com/feeds/5600536045838893763/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/cabang-cabang-keimanan_5211.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/5600536045838893763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/5600536045838893763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/cabang-cabang-keimanan_5211.html' title='Cabang-cabang Keimanan'/><author><name>Islam itu Mudah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12156924797584292545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_I_iRZ9uq4/S69pszN__1I/AAAAAAAAAOA/km7Cp7A0g4k/S220/h.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8513806145173295652.post-5686094001087454211</id><published>2009-10-22T21:27:00.000+07:00</published><updated>2009-10-22T21:28:53.207+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MP3'/><title type='text'>Keutamaan membaca Al Qur’an</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Keutamaan membaca Al Qur’an&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penyaji :&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Syaikh Prof.DR.Abdur Rozzaq bin Abdul Muhsin Al Badr hafidzohumallah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penterjemah : &lt;strong&gt;Ustadz Anas Burhanudin&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Waktu : Ahad siang, 30 Agustus 2009&lt;br /&gt;Dalam Kajian ini Syaikh menjelaskan hadits-hadits yang berkaitan dengan keutamaan Al Qur’an serta membaca dan mentadaburinya,selamat menyimak.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;a href="http://www.archive.org/download/KajianIslamRadioRodja756Am_788/023_syaikhAbdurRozzaqBinAbdulMuhsinAlBadr_keutamaanMembacaAlQuran.mp3"&gt;download MP3 kajian ini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8513806145173295652-5686094001087454211?l=ibadahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibadahislam.blogspot.com/feeds/5686094001087454211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/keutamaan-membaca-al-quran_22.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/5686094001087454211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/5686094001087454211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/keutamaan-membaca-al-quran_22.html' title='Keutamaan membaca Al Qur’an'/><author><name>Islam itu Mudah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12156924797584292545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_I_iRZ9uq4/S69pszN__1I/AAAAAAAAAOA/km7Cp7A0g4k/S220/h.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8513806145173295652.post-6382901538411447911</id><published>2009-10-22T21:13:00.000+07:00</published><updated>2009-10-22T21:19:41.046+07:00</updated><title type='text'>Keutamaan Sedekah dan Menafkahkan Harta di Jalan Allah Ta’ala</title><content type='html'>Materi : Keutamaan Sedekah dan Menafkahkan Harta di Jalan Allah Ta’ala&lt;br /&gt;Penyaji : Syaikh Prof.DR.Abdur Rozzaq bin Abdul Muhsin Al Badr hafidzohumallah&lt;br /&gt;Penterjemah : Ustadz Anas Burhanudin&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Waktu : Senin siang, 31 Agustus 2009&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.archive.org/download/KajianIslamRadioRodja756Am_788/024_syaikhAbdurRozzaqBinAbdulMuhsinAlBadr_sedekahDanMenafkahkanHartaDiJalanAllah_edit.mp3"&gt;download MP3 Kajian ini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8513806145173295652-6382901538411447911?l=ibadahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibadahislam.blogspot.com/feeds/6382901538411447911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/keutamaan-sedekah-dan-menafkahkan-harta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/6382901538411447911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/6382901538411447911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/keutamaan-sedekah-dan-menafkahkan-harta.html' title='Keutamaan Sedekah dan Menafkahkan Harta di Jalan Allah Ta’ala'/><author><name>Islam itu Mudah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12156924797584292545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_I_iRZ9uq4/S69pszN__1I/AAAAAAAAAOA/km7Cp7A0g4k/S220/h.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8513806145173295652.post-6141711891037108530</id><published>2009-10-19T06:32:00.002+07:00</published><updated>2009-10-25T06:50:39.688+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='WANITA'/><title type='text'>9 Gadis yang Tidak Dinikahi Laki-laki</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 180%;"&gt;9 Gadis yang Tidak Dinikahi Laki-laki&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/6970642/9_Gadis_yang_Tidak_Dinikahi_Laki.pdf.html"&gt;download file PDF&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;Sebuah penelitian yang dilakukan oleh jurusan psikologi (ilmu jiwa) pada Fakultas Adab (sastra) di Universitas Zaqaqiq, Mesir dengan judul: "Kepribadian Remaja Putri, Tata Cara kesiapan Jiwa dalam Menghadapi Pernikahan, dan Masa Perubahan Jiwa Pasca Nikah Secara Khusus" menyimpulkan ada 9 tipe gadis yang tidak diminati oleh para pemuda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Gadis Pencemburu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencemburu adalah sifat pertama kali yang dihindari oleh para pemuda dari calon istri-istri mereka. Cemburu disini bermakna keraguan. Para pemuda itu menuntut adanya sebagian sifat cemburu yang memperkuat ikatan cinta, akan tetapi mereka menolak ketidak percayaan (keraguan) yang menimbulkan petaka dalam kehidupan rumah tangga. Mereka menginginkan kepercayaan dari para istri mereka, dan tidak suka jika mereka menceritakan atau mengungkap setiap langkah yang dilaluinya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Gadis Egois, sok menjadi ratu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun gadis yang kedua adalah gadis yang egois, ingin berkuasa, menginginkan dari suaminya segenap kecintaan, ketundukan, dan kepasrahan hanya kepadanya saja. Dia akan marah jika melihat suaminya lebih mementingkan orang lain atau mencintai selain dirinya. Seperti cemburu kepada kerabat suami, atau teman-temannya. Perbuatan ini kadang menimbulkan banyak permasalahan. Dengan sikap seperti itu, dia telah mempersempit kepribadian suami, dan menyebabkan timbulnya permasalahan dengan kerabatnya. Dengan sikap seperti itu, dia telah menjadikan suami benci dengan kehidupan rumah tangganya. Sikap yang demikian tidak termasuk cinta, tetapi ambisi kepemilikan dan penguasaan. Maka wajib bagi gadis ini untuk menyadari bahwa mereka adalah kerabat suami, yang tidak mungkin ia bebas lepas dari mereka, begitu pula sebaliknya mereka tidak mungkin bebas lepas darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Gadis Durhaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu istri yang tidak ridha dengan kehidupannya. Dia senantiasa membangkang pada suami dan menggerutu tentang segala sesuatu. Dia tidak bersikap qonaah (menerima apa adanya), senantiasa menginginkan tambahan dan lebih. Dengan sikap seperti ini, dia telah menekan suami hingga mau memenuhi keinginannya. Dia tidak peduli darimana sang suami bisa memenuhi berbagai tuntutan itu, dan bagaimana ia bisa mendapatkan harta tersebut. Dia adalah jenis istri perusak. Dia hanya mencari untuk diri dan kebahagiannya sendiri, terutama harta, bukan cinta. Dia tidak menjaga suami atau rumahnya. Biasanya keadaan yang seperti ini berakhir dengan perceraian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat: Gadis yang cuek dan masa bodoh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis ini tidak layak disebut sebagai seorang istri. Dia sama sekali tidak menaruh perhatian pada suami, tidak juga pada rumahnya. Tidak berusaha memenuhi kebutuhan suami atau permintaannya. Di sini sang suami merasa bahwa si istri tidak mencintainya, atau tidak menganggapnya. Kadang yang demikian membuat sang suami bersikap kasar kepada istri sebagai usaha untuk meluruskannya. Akan tetapi jika sang istri memiliki sifat seperti ini, maka akan sulit merubahnya. Hal ini menjadikan sang suami tidak menaruh perhatian terhadap istri, tidak mesra dengannya dalam segala hal, dan bisa menyebabkan perpisahan. Maka mulai sekarang seharusnya istri mulai memberikan perhatian terhadap suami.&lt;br /&gt;Kelima: Gadis yang Kekanak-kanakkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu gadis yang senantiasa tergantung pada ibunya, dan terus terikat dengannya, bersandar kepadanya dalam segala hal. Dia bertindak dengan malu, tidak mampu mengemban tanggung jawab. Kebanyakan ibunyalah yang memberikan keputusan dan berkuasa pada seluruh urusan rumah. Maka sang putripun bersandar kepadanya dalam segala hal seperti apa yang dia kerjakan saat masih kanak-kanak. Dengan sifat seperti itu, dia tidak layak menjadi seorang ibu bagi putra-putranya, dikarenakan putra-putranya akan menjadi pribadi-pribadi yang terputus, tidak utuh. Adapun sang suami, maka ia merasa seolah-olah telah menikahi ibu mertuanya, karena dialah yang mengatur segala keperluannya. Maka wajib bagi para gadis untuk belajar memikul tanggung jawab dan berbuat secara dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam: Gadis yang meninggalkan Tugas Rumah Tangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan gadis seperti ini adalah gadis yang bekerja (wanita karir). Akan tetapi, ada perbedaan antara istri yang bekerja dan istri yang pergi meninggalkan tanggung jawab rumah. Artinya ada banyak istri yang bekerja, tetapi mereka dapat melakukan segenap pekerjaan rumah tangga dan memberikan perhatian terhadap berbagai keperluan suami dan anak-anak mereka. Pekerjaan mereka tidak membuat mereka durhaka terhadap keluarga. Maka istri harus menyeimbangkan antara pekerjaan dengan suami dan anak-anaknya. Janganlah pekerjaan membuat keluarga terhalangi dari perhatian dan kasih sayangnya. Sehingga sang suami merasa kehilangan kemesraan, akhirnya timbullah permasalahan diantara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh: Gadis yang Lemah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu seorang gadis yang terbiasa pasrah terhadap keadaan di sekitarnya, apakah terhadap keluarga atau teman-temannya. Dia sangat lemah untuk bisa mengambil keputusan dengan dirinya sendiri, tidak berusaha mengadakan musyawarah atau menampakkan pendapat apapun. Kepribadian yang lemah, penurut, dan tidak terbiasa memikul tanggung jawab. Kebanyakan penyebabnya adalah keluarga, yaitu dengan sikap keras sang ayah, dan diamnya ibu. Maka sang suamipun kehilangan teman yang bisa memberikan nasihat, atau masukan-masukan dalam berbagai urusannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedelapan: Gadis yang membuat was was&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu gadis yang menggambarkan suaminya dengan gambaran yang terburuk. Sebagai contoh, jika suami terkena penyakit mulas, maka sang istri membesar-besarkannya serta meyakininya bahwa sang suami menderita usus buntu. Jika panas sang suami meningkat dia berkata bahwa dia telah terkena demam. Jika sang suami terlambat, dia berkeyakinan telah terjadi kecelakaan atau terkena sesuatu yang tidak disukai. Istri semacam ini akan mendorong suami untuk selalu was-was dan berkhayal macam-macam serta selalu khawatir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesembilan: Gadis yang Sok Sempurna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu gadis yang berambisi untuk mengerjakan sesuatu dengan benar, dan terlalu berlebih-lebihan di dalamnya sehingga sang suami dan orang-orang yang tinggal di sekitarnya terkadang merasa jengkel. Sifat seperti itu membuatnya fanatik buta dalam kehidupan rumah tangga. Dia menginginkan kesempurnaan dalam segala hal. Jika pergi salah seorang teman maka harus membawa hadiah berharga dan mahal dibungkus dengan bungkus yang mewah dan seterusnya. Sifat seperti ini dimungkinkan akan membuat suami melakukan respon yang mungkin bisa menjadi seorang laki-laki yang keras dan menolak apa saja yang dilakukan istri, sekalipun perbuatan itu untuk kepentingannya, dan dia tidak lagi mementingkan keridhaan istrinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, carilah untuk dirimu sendiri wahai saudariku, sifat manakah dari kesembilan sifat tersebut yang kamu miliki? Kemudian bersihkanlah dari dirimu agar kehidupan rumah tanggamu selamat dan bahagia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8513806145173295652-6141711891037108530?l=ibadahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibadahislam.blogspot.com/feeds/6141711891037108530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/9-gadis-yang-tidak-dinikahi-laki-laki.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/6141711891037108530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/6141711891037108530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/9-gadis-yang-tidak-dinikahi-laki-laki.html' title='9 Gadis yang Tidak Dinikahi Laki-laki'/><author><name>Islam itu Mudah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12156924797584292545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_I_iRZ9uq4/S69pszN__1I/AAAAAAAAAOA/km7Cp7A0g4k/S220/h.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8513806145173295652.post-9040658113554712788</id><published>2009-10-19T06:04:00.001+07:00</published><updated>2009-10-25T06:55:07.115+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rizki'/><title type='text'>AGAR RIZKI MENDAPAT KEBERKAHAN</title><content type='html'>Agar Rizki Mendapat Keberkahan : Amal Shalih Membantu Mendatangkan Keberkahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="font-size: 180%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;AGAR RIZKI MENDAPAT KEBERKAHAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Ustadz Muhammad Arifin Badri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/6970570/Agar_Rizki_Mendapat_Keberkahan.pdf.html"&gt;downlaod file pdf&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AMAL SHALIH MEMBANTU MENDATANGKAN KEBERKAHAN&lt;br /&gt;Setelah terpenuhi dua syarat diatas, keberkahan juga bisa diraih berkat beberapa amal shalih yang nyata telah kita lakukan. Misalnya sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Mensyukuri Segala Nikmat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada kenikmatan, apapun wujudnya yang dirasakan menusia, melainkan datang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Atas dasar itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala mewajibkan manusia untuk senantiasa bersyukur kepada-Nya. Dengan cara senantiasa mengingat bahwasanya kenikmatan tersebut datang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, diteruskan mengucapkan hamdalah, dan selanjutnya menafkahkan sebagai kekayaannya di jalan-jalan yang diridhai Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seseorang yang telah mendapatkan taufik untuk bersyukur, ia akan mendapatkan keberkahan dalam hidupnya, sehingga Allah akan senantiasa melipatgandakan kenikmatan baginya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan ingatlah tatkala Rabbmu mengumandangkan : “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih” [Ibrahim : 7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada ayat lain, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya ia bersyukur demi (kebaikan) dirinya sendiri” [An-Naml : 40]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al-Qurthubi rahimahullah berkata :”Manfaat bersyukur tidak akan dirasakan, kecuali oleh pelakunya sendiri. Dengan itu, ia berhak mendapatkan kesempurnaan dari nikmat yang telah ia dapatkan, dan nikmat tersebut akan kekal dan bertambah. Sebagaimana syukur, juga berfungsi untuk mengikat kenikmatan yang telah didapat serta menggapai kenikmatan yang belum dicapai” [8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh nyata, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Rabb) di tempat kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka dikatakan) : “Makanlah olehmu dari rizki yang (dianugrahkan) Rabbmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Rabbmu) adalah Rabb Yang Maha Pengampun. Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon atsel (cemara) dan pohon bidara” [Saba : 15-16]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala bangsa Saba’ masih dalam keadaan makmur dan tenteram, Allah subhanahu wa Ta’ala hanya memerintahkan kepada mereka agar bersyukur. Ini menunjukkan, dengan bersyukur, mereka dapat menjaga kenikmatan dari bencana, dan mendatangkan kenikmatan lain yang belum pernah mereka dapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : Membayar Zakat (Sedekah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zakat, baik zakat wajib maupun sunnah (sedekah), merupakan salah satu amalan yang menjadi faktor yang dapat menyebabkan turunnya keberkahan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah” [Al-Baqarah : 276]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tiada pagi hari, melainkan ada dua malaikat yang turun, kemudian salah satunya berkata (berdo’a) : “Ya Allah, berilah pengganti bagi orang yang berinfak”, sedangkan yang lain berdo’a :”Ya Allah, timpakanlah kepada orang yang kikir (tidak berinfak) kehancuran” [Muttafaqun alaih]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga : Bekerja Mencari Rizki Dengan Hati Qona’ah, Tidak Dipenuhi Ambisi dan Tidak Serakah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat qona’ah dan lapang dada dengan pembagian Allah Subhanahu wa Ta’ala, merupakan kekayaan yang tidak ada bandingannya. Dengan jiwa yang dipenuhi dengan qona’ah, dan keridhaan dengan segala rizki yang Allah turunkan untuknya, maka keberkahan akan datang kepadanya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah Yang Maha Luas Karunia-nya lagi Maha Tinggi, akan menguji setiap hamba-Nya dengan rizki yang telah Ia berikan kepadanya. Barangsiapa yang ridha dengan pembagian Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka Allah akan memberkahi dan melapangkan rizki tersebut untuknya. Dan barangsiapa yang tidak ridha (tidak puas), niscaya rizkinya tidak akan diberkahi” [HR Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Munawi rahimahullah menyebutkan : “Penyakit ini (yaitu tidak puas dengan apa yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala karuniakan kepadanya, pent) banyak dijumpai pada pemuja dunia. Hingga engkau temui salah seorang dari mereka meremehkan rizki yang telah dikaruniakan untuknya ; merasa hartanya sedikit, buruk, serta terpana dengan rizki orang lain dan menganggapnya lebih bagus dan banyak. Oleh karena itu, ia akan senantiasa membanting tulang untuk menambah hartanya , sampai umurnya habis, kekuatannya sirna ; dan ia pun menjadi tua renta (pikun) akibat dari ambisi yang digapainya dan rasa letih. Dengan itu, ia telah menyiksa tubuhnya, menghitamkan lembaran amalannya dengan berbagai dosa yang ia lakukan demi mendapatkan harta kekayaan. Padahal, ia tidak akan memperoleh selain apa yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala tentukan untuknya. Pada akhir hayatnya, ia meninggal dunia dalam keadaan pailit. Dia tidak mensyukuri yang telah ia peroleh, dan ia juga tidak berhasil menggapai apa yang ia inginkan” [9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, Islam mengajarkan kepada umatnya agar senantiasa menjaga kehormatan agama dan diri dalam setiap usaha yang ditempuhnya guna mencari rizki. Sehingga, seorang muslim tidak akan menempuh, melainkan jalan-jalan yang telah dihalalkan dan dengan telah menjaga kehormatan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat : Bertaubat Dari Segala Perbuatan Dosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana perbuatan dosa menjadi salah satu penyebab terhalangnya rizki dari pelakunya, maka sebaliknya, taubat dan istighfar merupakan salah satu faktor yang dapat mendatangkan rizki dan keberkahannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala menceritakan tentang Nabi Hud Alaihissallam bersama kaumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan (Hud berkata) : Hai kaumku, beristighfarlah kepada Rabbmu lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan atasmu hujan yang sangat deras, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuta dosa” [Hud : 52]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat kekufuran dan perbuatan dosa kaum ‘Ad –berdasarkan keterangan para ulama tafsir- mereka ditimpa kekeringan dan kemandulan, sehingga tidak seorang wanita pun yang bisa melahirkan anak. Keadaan ini berlangsung selama beberapa tahun lamanya. Oleh karena itu, Nabi Hud Alaihissallam memerintahkan mereka untuk bertaubat dan beristighfar. Sebab, dengan taubat dan istighfar itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menurunkan hujan, dan mengaruniai mereka anak keturunan. [10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima : Menyambung Tali Silaturahmi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara amal shalih yang akan mendatangkan keberkahan dalam hidup, yaitu menyambung tali silaturrahim. Ini merupakan upaya menjalin hubungan baik dengan setiap orang yang akan terkait hubungan nasab dengan kita. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan (atau diberkahi) rizkinya, atau ditunda (dipanjangkan) umurnya, maka hendaknya ia bersilaturrahim” [Muttafaqun ‘alaih]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan ditunda ajalnya, ialah umurnya diberkahi, diberi taufiq untuk beramal shalih, mengisi waktunya dengan berbagai amalan yang berguna bagi kehidupannya di akhirat, dan ia terjaga dari menyia-nyiakan waktunya dalam hal yang tidak berguna. Atau menjadikan nama harumnya senantiasa dikenang orang. Atau benar-benar umurnya ditambah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. [11]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam : Mencari Rizki Dari Jalan Yang Halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan syarat mutlak bagi terwujudnya keberkahan harta, ialah memperolehnya dengan jalan yang halal. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah kamu merasa bahwa rizkimu datangnya terlambat. Karena sesunguhnya, tidaklah seorang hamba akan meninggal, hingga telah datang kepadanya rizki terakhir (yang telah ditentukan) untuknya. Maka, tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rizki, yaitu dengan mengambil yang halal dan meninggalkan yang haram” [HR Abdur-Razaq, Ibnu Hibbanm dan Al-Hakim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu yang mempengaruhi keberkahan ini ialah praktek riba. Perbuatan riba termasuk faktor yang dapat menghapus keberkahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah” [Al-Baqarah : 276]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Katsir rahimahullah berkata :”Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan bahwa Dia akan memusnahkan riba. Maksudnya, bisa saja memusnahkannya secara keseluruhan dari tangan pemiliknya, atau menghalangi pemiliknya dari keberkahan hartanya tersebut. Dengan demikian, pemilik riba tidak mendapatkan manfaat dari harta ribanya. Bahkan dengan harta tersebut, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan membinasakannya dalam kehidupan dunia, dan kelak di hari akhirat Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menyiksanya akibat harta tersebut” [12]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila mengamati kehidupan orang-orang yang menjalankan praktek riba, niscaya kita dapatkan banyak bukti bagi kebenaran ayat dan hadits di atas. Betapa banyak pemakan riba yang hartanya berlimpah, hingga tak terhitung jumlahnya, akan tetapi tidak satu pun dari mereka yang merasakan keberkahan, ketentraman dan kebahagiaan dari harta haram tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan meminta-minta (mengemis) dalam mencari rizki, termasuk perbuatan yang diharamkan dan tidak mengandung keberkahan. Dalam salah satu hadits, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan sebagian dampak hilangnya keberkahan dari orang yang meminta-minta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidaklah seseorang terus-menerus meminta-minta kepada orang lain, hingga kelak akan datang pada hari Kiamat, dalam keadaan tidak ada secuil daging pun melekat di wajahnya” [Muttafaqun alaih]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh : Bekerja Saat Waktu Pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara jalan untuk meraih keberkahan dari Allah, ialah menanamkan semangat untuk hidup sehat dan produktif, serta menyingkirkan sifat malas sejauh-jaunya. Caranya, senantiasa memanfaatkan karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan hal-hal yang berguna dan mendatangkan kemaslahatan bagi hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk waktu yang paling baik untuk memulai bekerja dan mencari rizki, ialah waktu pagi. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memanjatkan do’a keberkahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah, berkahilah untuk ummatku waktu pagi mereka” [HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa-i, Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah dikhususkannya waktu pagi dengan doa keberkahan, lantaran waktu pagi merupakan waktu dimulainya berbagai aktifitas manusia. Saat itu pula, seseorang merasakan semangat usai beristirahat di malam hari. Oleh karenanya, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendo’akan keberkahan pada waktu pagi ini agar seluruh umatnya memperoleh bagian dari doa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penerapan langsung dari doa ini, bila mengutus pasukan perang, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukannya di pagi hari, sehingga pasukan diberkahi dan mendapatkan pertolongan serta kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain dari keberkahan waktu pagi, ialah sebagaimana yang dilakukan oleh sahabat Shakhr Al-Ghamidi Radhiyallahu ‘anhu. Yaitu perawi hadits ini dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Shakhr bekerja sebagai pedagang. Usai mendengarkan hadits ini, ia pun menerapkannya. Tidaklah ia mengirimkan barang dagangannya kecuali di pagi hari. Dan benarlah, keberkahan Allah Subhanahu wa Ta’ala dapat ia peroleh. Diriwayatkan, perniagaannya berhasil dan hartanya melimpah ruah. Dan berdasarkan hadits ini pula, sebagian ulama menyatakan, tidur pada pagi hari hukumnya makruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak lagi amalan-amalan yang akan mendatangkan keberkahan dalam kehidupan seorang muslim. Apa yang telah saya paparkan di atas hanyalah sebagai contoh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa melimpahkan taufiq dan keberkahan-Nya kepada kita semua. Dan semoga pemaparan singkat ini dapat berguna bagi saya pribadi dan setiap orang yang mendengar atau membacanya. Tak lupa, bila pemaparan diatas ada kesalahan, maka hal itu datang dari saya dan dari setan, sehingga saya beristighfar kepada Allah. Dan bila ada kebenaran, maka itu semua atas taufik dan inayah-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bish-shawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 01/Tahun XII/1429H/2008M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Almat Jl. Solo – Purwodadi Km. 8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183. telp. 0271-5891016]&lt;br /&gt;__________&lt;br /&gt;Footnotes&lt;br /&gt;[8]. Tafsir Al-qurthubi, 13/206&lt;br /&gt;[9]. Faidhul Qadir, 2/236&lt;br /&gt;[10]. Lihat Tafsir Ath-Thabari (15/359) dan Tafsir Al-Qurthubi (9/51)&lt;br /&gt;[11]. Lihat Syarhu Shahih Muslim (8/350) dan Aunul Ma’bud (4/102)&lt;br /&gt;[12]. Tafsir Ibnu Katsir, 1/328&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8513806145173295652-9040658113554712788?l=ibadahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibadahislam.blogspot.com/feeds/9040658113554712788/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/agar-rizki-mendapat-keberkahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/9040658113554712788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/9040658113554712788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/agar-rizki-mendapat-keberkahan.html' title='AGAR RIZKI MENDAPAT KEBERKAHAN'/><author><name>Islam itu Mudah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12156924797584292545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_I_iRZ9uq4/S69pszN__1I/AAAAAAAAAOA/km7Cp7A0g4k/S220/h.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8513806145173295652.post-6514970949421593224</id><published>2009-10-19T05:54:00.000+07:00</published><updated>2009-10-19T06:01:21.659+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Download File Kajian'/><title type='text'>Hakekat Kebahagian</title><content type='html'>Hakekat Kebahagian seseorang bukan berarti hanya sekedar harta yang melimpah, namun bagaimanakah mendapatkan kebahagian yang hakiki  yaitu SURGA&lt;br /&gt;silahkan download file "MP3" kajian kajian Ust Armen Halim Naro&lt;br /&gt;Download File&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hakekat Kebahagian seseorang bukan berarti hanya sekedar harta yang melimpah, namun bagaimanakah mendapatkan kebahagian yang hakiki  yaitu SURGA&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;silahkan download file "MP3" kajian kajian &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Ust Armen Halim Naro&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;tentang Hakekat_Kebahagiaan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/6970490/Hakekat_Kebahagiaan_-_Ustadz_Armen_Halim.mp3.html"&gt;Download File&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8513806145173295652-6514970949421593224?l=ibadahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibadahislam.blogspot.com/feeds/6514970949421593224/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/hakekat-kebahagian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/6514970949421593224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/6514970949421593224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/hakekat-kebahagian.html' title='Hakekat Kebahagian'/><author><name>Islam itu Mudah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12156924797584292545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_I_iRZ9uq4/S69pszN__1I/AAAAAAAAAOA/km7Cp7A0g4k/S220/h.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8513806145173295652.post-228878225871099671</id><published>2009-10-19T05:27:00.002+07:00</published><updated>2009-10-25T06:56:42.964+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Taubat'/><title type='text'>Aku Bertaubat Kemudian Kembali Maksiat</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 180%;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Aku Bertaubat Kemudian Kembali Kepada Kemaksiatan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/6970421/Aku_Ingin_taubat.pdf.html"&gt;Download PDF&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan&lt;br /&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Aku seorang pemuda berusia 19 tahun. Aku telah berbuat aniaya terhadap diriku sendiri dalam banyak kemaksiatan sehingga aku sering tidak shalat di masjid, tidak puasa Ramadhan secara sempurna selama hidupku, dan aku melakukan perbuatan-perbuatan tercela lainnya. Seringkali diriku berjanji untuk bertaubat, tetapi aku kembali bermaksiat, dan aku berteman dengan para pemuda di kampung kami yang tidak benar-benar istiqamah. Demikian pula kawan-kawan, saudara-saudaraku, seringkali datang ke rumah kami, dan mereka bukan orang-orang yang shalih juga. Allah tahu bahwasanya aku telah banyak berbuat aniaya terhadap diriku sendiri dalam kemaksiatan-kemaksiatan dan aku melakukan perbuatan-perbuatan yang buruk. Tetapi setiap kali aku bertekad untuk bertaubat, maka aku kembali lagi seperti semula. Aku berharap agar engkau menunjukkan kepadaku pada suatu jalan yang mendekatkanku kepada Tuhanku dan menjauhkan dari perbuatan-perbuatan yang buruk ini.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban&lt;br /&gt;“Artinya : Katakanlah, ‘Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” [Az-Zumar : 53]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama bersepakat bahwa ayat ini turun berkenaan dengan orang-orang yang bertaubat. Barangsiapa yang bertaubat dari dosa-dosanya dengan taubat yang semurni-murninya, maka Allah mengampuni dosa-dosanya semuanya, berdasarkan ayat ini dan berdasarkan firmanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Rabb kamu akan menutupi kesalahan-kesalahan dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai” [At-Tahrim : 8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala mempertalikan penghapusan kesalahan-kesalahan dan masuk surga pada ayat ini dengan taubat yang semurni-murninya, yaitu perbuatan yang mencakup meninggalkan dosa, waspada terhadapnya, menyesali apa yang pernah dilakukannya, bertekad bulat untuk tidak kembali kepadanya,karena mengagungkan Allah Subhanahu wa Ta’ala, menginginkan pahalanya, dan takut terhadap siksanya. Dan diantara syarat taubat ialah mengembalikan hak-hak yang dizhalimi kepada yang berhak menerimanya atau mereka yang memaafkannya, jika kemaksiatan tersebut berupa kezhaliman yang menyangkut darah, harta dan kehormatannya, maka ia banyak berdo’a untuknya, dan menyebut kebaikan-kebaikan amal yang dilakukan olehnya di tempat-tempat di mana ia pernah mengunjingkannya ; karena kebaikan-kebaikan akan menghapuskan keburukan-keburukan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung” [An-Nur : 31]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala mengaitkan dalam ayat ini keberuntungan dengan taubat. Ini menunjukkan bahwa orang yang bertaubat itu orang yang beruntung lagi berbahagia. Jika orang yang bertaubat mengiringi taubatnya dengan iman dan amal shalih, maka Allah menghapuskan keburukan-keburukannya dan menggantinya dengan kebajikan-kebajikan. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surah Al-Furqan, ketika menyebutkan kesyirikan, membunuh dengan tanpa hak dan zina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dan orang-orang yang tidak menyembah ilah yang lain berserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan adzab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam adzab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shalih ; maka mereka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” [Al-Furqn ; 68-70]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara sebab taubat ialah ketundukan kepada Allah, memohon hidayah dan taufik kepadaNya, serta agar Dia memberi karunia berupa taubat kepadamu. Dialah yang berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Berdo’alah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu” [Al-Mukmin : 60]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah yang berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat, Aku mengabulkan pemohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepadaKu” [Al-Baqarah : 186]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara sebab-sebab taubat juga dan istiqomah di atasnya ialah berteman dengan orang-orang yang baik dan meneladani amalan-malan mereka, serta menjauhi berteman dengan orang-orang yang jahat. Shahih dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Seseorang itu tergantung agama temannya, maka hendaklah salah seorang dari kalian memperhatikan kepada siapa berteman” [Hadits Riwayat Abu Daud dalam Al-Adab, 4833,At-Tirmidzi dalam Az-Zuhud 2378, Ahmad 8212]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Perumpamaan teman yang shalih dan teman yang buruk ialah seperti pembawa minyak wangi dan pandan besi.Pembawa minyak wangi mungkin akan memberi minyak kepadamu, kamu membeli darinya, atau kamu mencium baunya yang harum. Sedangkan pandan besi, mungkin akan membakar pakaiannmu atau kamu mencium bau yang tidak sedap” [Hadits Riwayat Al-Bukhari alam Al-Buyu 2102, Muslim dalam Al-Birr wa Ash-Shilah 2628]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Kitab Ad-Da’wah, Al-Fatawa, hal.251, Syaikh Ibnu Baz]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari kitab Al-fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Disusun oleh Khalid Al-Juraisy, Penerjemah Amir Hamzah, Penerbit Darul Haq]&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/6970421/Aku_Ingin_taubat.pdf.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8513806145173295652-228878225871099671?l=ibadahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibadahislam.blogspot.com/feeds/228878225871099671/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/aku-bertaubat-kemudian-kembali-kepada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/228878225871099671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/228878225871099671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/aku-bertaubat-kemudian-kembali-kepada.html' title='Aku Bertaubat Kemudian Kembali Maksiat'/><author><name>Islam itu Mudah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12156924797584292545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_I_iRZ9uq4/S69pszN__1I/AAAAAAAAAOA/km7Cp7A0g4k/S220/h.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8513806145173295652.post-6516395978772828612</id><published>2009-10-19T05:27:00.001+07:00</published><updated>2009-10-19T05:33:26.336+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AQIDAH'/><title type='text'>"Adakah golongan yang 72 itu sekarang...?"</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Silahkan download file Kajian &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Ust Abdul Hakim&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; Tentang &lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;"Adakah golongan yang 72 itu sekarang...?"&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/6970391/Ust%20Abdul%20Hakim_Adakah_gol_yg_72_itu_skrng_56.mp3.html"&gt;http://www.ziddu.com/download/6970391/Ust Abdul Hakim_Adakah_gol_yg_72_itu_skrng_56.mp3.html&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8513806145173295652-6516395978772828612?l=ibadahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibadahislam.blogspot.com/feeds/6516395978772828612/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/adakah-golongan-yang-72-itu-sekarang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/6516395978772828612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/6516395978772828612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/adakah-golongan-yang-72-itu-sekarang.html' title='&quot;Adakah golongan yang 72 itu sekarang...?&quot;'/><author><name>Islam itu Mudah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12156924797584292545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_I_iRZ9uq4/S69pszN__1I/AAAAAAAAAOA/km7Cp7A0g4k/S220/h.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8513806145173295652.post-6479303554404511723</id><published>2009-10-19T05:18:00.001+07:00</published><updated>2009-10-19T05:26:18.255+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Download File Kajian'/><title type='text'>Kajian Ust Abdul Hakim</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Download Flie Kajian Ust. Abdul Hakim&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Silahkan download file Kajian Ust Abdul Hakim tentang Syahadat batil Ahmadiyah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semoga Bermanfaat.&lt;/p&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/6970291/Ust%20Abdul%20Hakim_Syahadat_batil_Ahmadiyah_56.mp3.html"&gt;download file kajian Ust Abdul Hakim&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8513806145173295652-6479303554404511723?l=ibadahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibadahislam.blogspot.com/feeds/6479303554404511723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/kajian-ust-abdul-hakim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/6479303554404511723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/6479303554404511723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/kajian-ust-abdul-hakim.html' title='Kajian Ust Abdul Hakim'/><author><name>Islam itu Mudah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12156924797584292545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_I_iRZ9uq4/S69pszN__1I/AAAAAAAAAOA/km7Cp7A0g4k/S220/h.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8513806145173295652.post-7671448247485106002</id><published>2009-10-18T20:40:00.001+07:00</published><updated>2009-10-25T06:55:54.102+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AQIDAH'/><title type='text'>Awas Bahaya Bid ah!</title><content type='html'>&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 180%;"&gt;Awas Bahaya Bid ah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempurnaan Islam Tidak Butuh Penambahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam adalah agama yang sempurna dan lengkap. Islam mengatur berbagai sisi kehidupan manusia, mulai dari hal-hal besar seperti mengurus negara sampai hal-hal yang dianggap sebelah mata oleh manusia seperti tatacara buang hajat. Tidak hanya kaum muslimin saja yang mengakuinya, bahkan orang kafir pun mengakui kesempurnaaan Islam tersebut. Sungguh persaksian Allah bahwa bahwa Islam telah sempurna sebagai mana dalam surat Al Ma'idah sudah cukup bagi kita, dan sesuatu yang sempurna tidak memerlukan pengurangan ataupun penambahan sedikitpun. Bagaimana bisa sesuatu yang telah dibuat sempurna oleh Alloh masih ada yang bisa menyempurnakan lagi. Mengurangi ataupun menambah sesuatu maka mengkonsekuensikan kekurangnya. Simaklah baik-baik sabda Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam, "Tidaklah suatu amalan yang dapat memasukan seseorang ke surga dan menjauhkannya keneraka kecuali telah dijelaskan kepada kalian semua." (Hadits Shohih. Diriwayatkan oleh At Thabrony dari sahabat Abu Dzar Al Ghifary)&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menambah Berarti Menganggap Islam Tidak Sempurna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang tidak puas dengan syariat Islam dan ingin menambah-nambah dengan hal yang baru maka sengaja maupun tidak sengaja menyatakan bahwa Islam tidak sempurna! Saudaraku, itulah yang disebut dengan bid'ah. Ketahuilah para ulama telah mendefinisikan bid'ah sebagai perkara-perkara baru yang diada-adakan dalam urusan agama, yang serupa dengan syariat akan tetapi tidak ada contoh sebelumnya dari para salaf, dan ditujukan untuk mendekatkan diri kepada Alloh. Para pembaca yang budiman, kiranya jelas kesesatan bid'ah didalam agama walaupun dengan dalih apapun. Hal ini telah jelas disabdakan Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam, "…Hati-hatilah kalian terhadap perkara yang diada-adakan, karena setiap perkara baru itu bid'ah. Dan setiap kebid'ahan adalah sesat, dan setiap kesesatan tempatnya di neraka." (HR. Baihaqy, An Nasai)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca sekalian, tidakkah engkau dengar alangkah bagusnya ucapan Imam Asy Syafi'i tatkala beliau berkomentar mengenai masalah bidah. Beliau mengatakan, "Barang siapa yang menganggap baik urusan-urusan baru, maka ia telah membuat syariat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat Buruk Perbuatan Bid'ah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh dampak perbuatan bidah ini begitu besar, diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Amalnya Tertolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosululloh bersabda, "Barangsiapa melakukan amalan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka itu amalan itu tertolak." (HR. Bukhori Muslim). Alangkah meruginya orang yang berbuat bid’ah. Ia menganggap amalnya itu dapat mengantarkannya ke surga, tapi hakikatnya ia telah menempuh jalan kesesatan yang menghantarkan ke dalam jurang neraka. Perhatikanlah firman Allah tentang orang yang paling merugi, "Yaitu orang-orang yang berbuat kesesatan tatkala hidup didunia sedangkan mereka mengira berbuat kebaikan." (Al Kahfi: 104)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Termasuk orang terlaknat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi sholallohu 'alaihi wa salam bersabda, "Barangsiapa mengada-adakan suatu perkara yang baru (bid'ah) atau mendukung pelaku bid'ah maka akan mendapatkan laknat Allah, para malaikat dan manusia semuanya." (HR. Bukhori dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pelaku bid'ah tidak akan diterima taubatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi sholallohu 'alaihi wa salam bersabda, "Sesungguhnya Allah mencegah pelaku bid'ah melakukan taubat." (HR. Thobrony, Baihaqi). Hal ini dikarenaka pelaku bid'ah tidak sadar bahwa dirinya telah berbuat dosa dengan perbuatan bid'ahnya bahkan menyangka telah berbuat amal yang saleh, maka menjadi terbaliklah baginya antara yang benar dan yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum muslimin sekalian, mengingat begitu besar bahaya bid'ah maka menjadi kewajiban bagi kita untuk berhati-hati untuk tidak membuat cara-cara baru dalam beragama. Sungguh, jika kita mau melaksanakan apa yang sudah dicontohkan Nabi, niscaya cukup bagi kita. Semoga Alloh membersihkan amal kita dari noda-noda bid'ah dan memasukkan kita ke dalam orang-orang yang berbuat sholih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8513806145173295652-7671448247485106002?l=ibadahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibadahislam.blogspot.com/feeds/7671448247485106002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/awas-bahaya-bid-ah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/7671448247485106002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8513806145173295652/posts/default/7671448247485106002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibadahislam.blogspot.com/2009/10/awas-bahaya-bid-ah.html' title='Awas Bahaya Bid ah!'/><author><name>Islam itu Mudah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12156924797584292545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_I_iRZ9uq4/S69pszN__1I/AAAAAAAAAOA/km7Cp7A0g4k/S220/h.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
